Gedung Mochtar Riady Social & Political Research Center UI Diresmikan 

Depok, MINA – Gedung Mochtar Riady Social & Political Research Center di Universitas Indonesia (UI), Depok diresmikan bertepatan pada Kamis (2/5), yaitu peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2019.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pembukaan gedung oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir bersama Founder Lippo Group Mochtar Riady dan Rektor UI, Muhammad Anis. Peresmian dihadiri, antara lain Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI Arie Setiabudi Soesilo, dan Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Indonesia periode 2019-2024, Saleh Husin.

Menristekdikti dalam sambutannya peresmian gedung tersebut menyebutkan UI telah menyiapkan gedung yang memadai sebagai pusat riset sosial dan politik. Ia menekankan aspek historis gedung tersebut perlu dipertahankan setelah sebelumnya bernama Gedung C FISIP UI.

“Aspek historis dan juga fungsi penting gedung tersebut tetap dipertahankan, yaitu sebagai pusat pembelajaran yang menjadikannya sangat berharga guna mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas,” kata Nasir.

Gedung “Mochtar Riady Social & Political Research Center” yang di donaturi oleh Pendiri Lippo Grup Mochtar Riady. Proses pembangunan ini dimulai tahun 2016 dan selesai pada bulan Maret 2019 sehingga dapat digunakan untuk kegiatan perkuliahan tahun akademik 2019/2020.

Sejak lama Dr. Mochtar Riady telah menunjukkan kepedulian dan dedikasinya pada pengembangan pendidikan di Indonesia, khususnya pada UI. Berawal dari Januari 2002, saat pendiri Lippo Group, Mochtar terpilih sebagai Ketua Wali Amanat UI, ia telah mencanan tiga program riset unggulan Ul, yakni Nanotechnology, Genome dan ICT (Information & Communication Technologies).

Mochtar Riady mengatakan seiring berkembangnya globalisasi, ilmu politik pun kian maju. Universitas Indonesia sebagai universitas yang terkemuka di Indonesia harus terus mengasah diri dan memiliki fasilitas terdepan guna mengembangkan program riset unggulannya yang juga mencakup bidang riset ilmu sosial dan politik.

“Saya sebenarnya merasa tidak enak karena gedung ini menyandang nama saya, tetapi saya akhirnya berpikir bahwa ini bisa jadi hal positif. Dengan mencantumkan nama saya, dan diikuti oleh pengusaha lainnya, turut serta berkontribusi membangun gedung untuk kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. Maka di Indonesia ini akan muncul 200 gedung perguruan tinggi baru,” jelas Mochtar.

Pria yang berusia 90 tahun ini menyatakan sangat bahagia karena terus diberikan kesempatan untuk memberikan sumbangsih guna melayani masyarakat dan membangun bangsa Indonesia, khususnya bagi kemajuan pendidikan.

“Hanya dengan kontribusi seluruh masyarakat, Indonesia dapat terus berkembang dan maju,” tambah Mochtar. (L/R10/P2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)