Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Grand Syekh Al Azhar Serukan Kesatuan Umat Beragama

Arina Islami Editor : Rudi Hendrik - Rabu, 10 Juli 2024 - 16:47 WIB

Rabu, 10 Juli 2024 - 16:47 WIB

20 Views

Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Ahmed Prof. Dr. Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb memberikan kuliah umum di UIN Syarif Hidayatullah, Selasa (9/7/2024). [Foto: Kemenag]

Jakarta, MINA – Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Ahmed Prof. Dr. Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb menyerukan kesatuan umat beragama saat memberikan kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat, Jakarta pada Selasa (9/7).

Selain itu, Prof Ath-Thayyeb yang juga Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM) turut mengingatkan umat Islam untuk tidak menjadi umat yang inferior.

“Umat Islam adalah umat besar yang telah berkontribusi besar terhadap peradaban dunia,” papar Ath-Thayyeb.

Menurutnya, perpecahan itu sering lahir dari lisan dan pena para dai yang tidak memahami prioritas dan fiqih ikhtilaf (perbedaan).

Baca Juga: Puluhan Hektare Hutan Mangrove di Jateng Hilang Akibat Proyek Jalan Tol

“Mereka yang sibuk dengan perkara-perkara khilafiyah, tapi lupa dengan isu-isu keumatan yang utama seperti isu Palestina, isu kemiskinan, dekadensi moral dan lain sebagainya,” ungkap Ath-Thayyeb.

Dia menyatakan bahwa umat harus diingatkan agar terhindar dari orientasi baru yang menolak ajaran empat mazhab.

“Di mana mereka membuat fiqih baru, di mana mereka mudah menyalahkan dan bahkan mengkafirkan yang tidak sependapat dengan mereka,” tuturnya.

Untuk menekankan hal ini, Prof Ath-Thayyeb, mengutip Hadis Nabi Muhammad SAW riwayat Al-Bukhari yang menjelaskan bahwa apabila seseorang memiliki tiga kriteria ini maka dia adalah muslim dan tidak boleh dikafirkan.

Baca Juga: Bertemu Dubes Sudan, Kantor Berita MINA Jajaki Kerjasama Media

“Yaitu, pertama yang salat sama seperti kita salat kita, kedua yang menghadap kiblat kita, dan ketiga yang makan sembelihan kita,” jelasnya.

Ath-Thayyeb menyeru umat Islam untuk menjaga kerukunan umat beragama, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullaj dan para sahabat di mana mereka menghormati keyakinan agama lain.

“Menghormati tidak sama dengan meyakini. Yang kita lakukan adalah menghormati meskipun tetap keyakinan itu masing-masing,” kata Ath-Thayyeb.

Dia menuturkan bahwa umat Islam saat ini harus bergerak untuk beramal, bukan hanya pintar berbicara tetapi mengamalkannya.

Baca Juga: Relawan UAR Bantu Bersihkan Lokasi Kebakaran di Tomang Jakbar

“Seribu khutbah tidak akan menyelesaikan masalah tapi satu aksi bisa menyelesaikan seribu masalah,” turur Ath-Thayyeb.

Grand Syekh Al Azhar Ahmad Ath-Tayyeb melakukan kunjungan kali ketiga ke Indonesia. Ia tiba sejak 8 Juli dan dijadwalkan akan berada di Indonesia hingga 11 Juli 2024.

Sebelum memberi kuliah umum di UIN, Grand Syekh diterima Presiden RI Joko Widodo. Keduanya juga mendiskusikan penyelesaian agresi di Gaza, Palestina.

Ia mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia atas perjuangannya untuk membela saudara-saudara di Palestina dengan memperjuangkan gencatan senjata dan menyampaikan bantuan-bantuan kemanusiaan. []

Baca Juga: Dukung Keputusan ICJ, Indonesia Desak Israel Akhiri Pendudukan di Palestina

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda