Guru Kunci Capai Pendidikan Berkualitas Menuju Tahun 2030

Jakarta, MINA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengataka,n guru merupakan kunci untuk mencapai pendidikan berkualitas menuju tahun 2030.

Hal itu disampaikan pada Lokakarya Nasional dalam Rangka Hari Guru Nasional 2018 hari Selasa (2/10), di  Jakarta.

Hari Guru Sedunia (World Teacher’s Day 2018) diperingati pada 5 Oktober setiap tahunnya, Kemendikbud bekerja sama dengan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) dan Kantor Perwakilan UNESCO Jakarta menyelenggarakan Lokakarya Nasional dengan tema “Hak atas Pendidikan berarti Hak untuk Guru dan Tenaga Kependidikan yang Berkualitas”

“Diadopsinya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG- 4 tentang Pendidikan Berkualitas, dan target khusus (SDG 4.c) yang mengakui bahwa Guru sebagai kunci pencapaian Agenda Pendidikan pada tahun 2030,” katanya.

“Hari Guru Sedunia menjadi kesempatan meraih pencapaian SDG-4 dan juga memberikan langkah-langkah nyata untuk mengatasi tantangan dalam bidang pendidikan, terutama terkait dengan profesi dan profesionalisme guru. Secara global, menurut UNESCO Institute of Statistics (UIS), dunia membutuhkan 69 juta guru jika kita ingin mencapai pendidikan dasar dan menengah universal pada tahun 2030,” paparnya.

Tema tersebut dipilih untuk mengingatkan masyarakat dunia bahwa hak atas pendidikan tidak dapat dicapai tanpa hak untuk guru yang terampil dan berkualitas.

“Bahkan saat ini, tantangan terbesar di seluruh dunia adalah kekurangan jumlah guru. Diperkirakan ada 264 juta anak dan remaja yang masih putus sekolah secara global,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk mencapai SDG4 atau Pendidikan Berkualitas 2030 dimulai dari pendidikan dasar dan menengah, dunia perlu merekrut hampir 69 juta guru baru. Kesenjangan akan jumlah guru lebih menonjol di antara populasi rentan, seperti anak perempuan, anak-anak cacat, pengungsi dan anak-anak migran, atau anak-anak miskin yang tinggal di daerah pedesaan atau terpencil.

Peringatan Hari Guru se-Dunia tahun 2018 ini Kemendikbud menerima anugerah edisi ke-5 Penghargaan UNESCO-Hamdan bin Rashid Al-Maktoum untuk Praktik Luar Biasa dan Kinerja dalam Meningkatkan Efektivitas Guru.

Penghargaan UNESCO-Hamdan bin Rashid Al-Maktoum akan diserahkan oleh Direktur Jenderal UNESCO kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tanggal 5 Oktober 2018, di Kantor Pusat UNESCO, Paris, Prancis.

“Ini menjadi prestasi yang membanggakan, Indonesia berhasil meraih Penghargaan UNESCO-Hamdan bin Rashid Al-Maktoum. Ini menjadi motivasi kita dalam meningkatkan kualitas guru lebih baik lagi,” tambahnya.  (L/R10/RS1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)