Hadiri Peringatan Hari Pramuka, Jokowi Minta Gerakan Pramuka Cintai Tanah Air

Presiden Joko Widodo menyalami anak-anak Pramuka di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Senin, 14 Agustus 2018. (Foto: dok. Istimewa)

Cibubur, MINA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada Gerakan Pramuka agar selalu produktif dalam berkarya, inovatif, kreatif, menjadi yang terdepan dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Karena ingat Pramuka itu adalah Praja Muda Karana, yang artinya jiwa muda yang suka berkarya,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Pramuka ke-56 dan Pembukaan RAIMUNA Nasional XI Tahun 2017 di Lapangan Utama Bumi Perkemahan Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur, Senin (14/8) pagi.

Presiden juga mengingatkan, generasi Pramuka sekarang ini adalah generasi milenial, generasi Y, yang cara berfikirnya sangat berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Mereka adalah generasi yang adaptif dengan kemajuan teknologi, generasi yang sangat kreatif dan sangat inovatif.

Menurut Presiden Jokowi, Gerakan Pramuka harus melakukan terobosan, jangan berpikir linier, jangan terjebak dengan cara-cara rutinitas dan monoton.

“Kita harus mendidik adik-adik Pramuka bukan saja latihan baris-berbaris, cara membangun tenda, atau membuat simpul tali-temali saja. Tapi juga harus memandu adik-adik Pramuka dalam disiplin menggunakan media sosial yang positif dan produktif,” tegas Presiden.

Gerakan Pramuka, lanjut Presiden, harus memakai cara-cara kreatif, kekinian, dan lebih dekat dengan generasi milenial guna menanamkan rasa bangga dan cinta Tanah Air di dalam diri setiap anggotanya.

“Kita harus meninggalkan pendekatan-pendekatan lama, yang tidak pas digunakan untuk generasi saat ini. Sentuhlah rasa cinta, bangkitkan rasa bangga generasi muda pada tanah airnya. Sehingga benar-benar tertanam di dalam diri setiap anggota Gerakan Pramuka,” tambah Presiden.

 

Selain Presiden Jokowi, hadir pula pada acara tersebut Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menkominfo Rudiantara, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Anggota DPR RI, dan pimpinan lembaga negara lainnya. (T/R09/RI-1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)