Gaza, MINA – Gerakan Hamas mengecam tindakan Israel menutup Masjid Al-Aqsa dan mencegah jamaah melaksanakan salat Isya dan Tarawih selama bulan suci Ramadhan, menyebutnya sebagai serangan serius terhadap kesucian tempat tersebut dan pelanggaran langsung terhadap kebebasan beribadah umat Muslim.
Dalam pernyataan pers yang dikeluarkan pada Ahad (1/3), Gerakan tersebut meminta pertanggungjawaban pendudukan Israel atas pelanggaran yang terus berlanjut di Masjid Al-Aqsa, dengan mengatakan tindakan ini bagian dari kebijakan sistematis yang bertujuan memaksakan kendali penuh atas tempat tersebut. Palinfo melaporkan.
Hamas lebih lanjut mengatakan bahwa Israel mengeksploitasi pembenaran darurat untuk memajukan “rencana Yahudisasi” di Masjid Aqsa dan di seluruh wilayah Palestina yang diduduki, sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengubah status quo dan memaksakan fakta baru di lapangan.
Gerakan tersebut memperingatkan terhadap kelanjutan kebijakan eskalasi ini, menegaskan bahwa upaya untuk mematahkan semangat para jamaah dan mengosongkan Masjid dari pengunjungnya tidak akan berhasil dan bahwa tindakan tersebut membuka jalan bagi pelanggaran dan serangan lebih lanjut ke situs-situs suci Islam.
Baca Juga: Israel Klaim Pembunuhan Khamenei Sesuai Hukum Internasional
Pendudukan Israel telah menutup sepenuhnya Masjid Al-Aqsa sejak Sabtu, memaksa para jamaah untuk segera pergi, dengan alasan keadaan darurat menyusul serangan Israel terhadap Iran.
Perkembangan ini terjadi pada momen regional yang sangat sensitif, di mana dimensi militer, politik, dan agama saling bersinggungan, menimbulkan kekhawatiran bahwa eskalasi saat ini dapat digunakan untuk memaksakan perubahan permanen pada status quo di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem yang diduduki. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Smotrich Ancam akan Hancurkan Beirut Seperti Khan Younis di Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic