Al-Quds, MINA – Gerakan perlawanan rakyat Palestina Hamas memperingatkan adanya bahaya besar setelah rencana pembatasan Zionis Israel terhadap akses ibadah di Masjid Al-Aqsa menjelang Ramadhan.
Hamas menilai pembatasan Zionis Israel di Masjid Al-Aqsa bisa menjadi preseden berbahaya dan memicu ketegangan baru di wilayah Palestina.
Mengutip Al Mayadeen pada Senin (16/2), Zionis Israel berencana membatasi jumlah jamaah yang boleh masuk ke Masjid Al-Aqsa selama Ramadhan. Padahal biasanya umat Islam dari Yerusalem dan Tepi Barat datang dalam jumlah besar untuk beribadah di masjid suci tersebut.
Hamas mengecam rencana pembatasan Zionis Israel di Masjid Al-Aqsa dan menyebutnya sebagai tindakan provokatif. Kelompok itu mengatakan pembatasan ini melukai perasaan umat Islam dan bisa memperburuk situasi keamanan.
Baca Juga: UN Women: Perempuan Gaza Hadapi Tragedi Kemanusiaan Terburuk Dunia
Ketegangan di Masjid Al-Aqsa juga meningkat karena adanya kunjungan pejabat dan pemukim ilegal Israel ke area kompleks masjid. Pihak Palestina dan negara-negara Arab menilai tindakan tersebut melanggar aturan lama yang mengatur status tempat suci itu.
Sejumlah pejabat Palestina memperingatkan kebijakan Zionis Israel terkait Masjid Al-Aqsa dapat menjadi preseden berbahaya secara hukum. Mereka khawatir langkah itu bisa mengubah status dan identitas Masjid Al-Aqsa sebagai situs suci umat Islam.
Beberapa negara Muslim dan Arab juga mengutuk kebijakan Zionis Israel yang dinilai memperkuat kontrol di wilayah Palestina. Mereka menegaskan tindakan itu melanggar hukum internasional dan dapat mengancam upaya perdamaian.
Masjid Al-Aqsa adalah situs suci ketiga umat Islam dan sering menjadi pusat ketegangan antara Palestina dan Israel, terutama saat bulan Ramadhan.
Baca Juga: Israel Klaim Pembunuhan Khamenei Sesuai Hukum Internasional
Hamas pun menyerukan umat Islam Palestina untuk datang dan beribadah lebih banyak di Masjid Al-Aqsa sebagai bentuk pembelaan terhadap tempat suci tersebut di tengah pembatasan Zionis Israel.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Smotrich Ancam akan Hancurkan Beirut Seperti Khan Younis di Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic