Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga Pangan Melonjak di Aceh, LPG 3 Kg Langka, Cabai Rawit Tembus Rp200 Ribu

Mujiburrahman Editor : Sri Astuti - 45 detik yang lalu

45 detik yang lalu

0 Views ㅤ

Gas LPG 3 Kg (foto: Pertamina)

Banda Aceh, MINA – Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang melonjak tajam pada Sabtu (29/11), sementara pasokan gas LPG 3 kilogram dilaporkan kosong di hampir seluruh pangkalan.

Cabai rawit menjadi komoditas yang paling mencolok dengan harga melambung hingga ratusan ribu rupiah per kilogram.

Pantauan MINA di berbagai pasar tradisional di Banda Aceh dan Aceh Besar menunjukkan kenaikan harga yang signifikan. Cabai rawit di Banda Aceh tercatat menembus Rp150 ribu per kilogram, sementara di Sabang  mencapai Rp250 ribu per kilogram. Komoditas lain seperti telur juga mengalami lonjakan, dengan harga Rp100 ribu per papan.

Situasi ini membuat warga berbondong-bondong mendatangi pasar sejak pagi hari. Banyak di antara mereka memborong kebutuhan harian seperti minyak goreng, gula, tepung terigu, hingga aneka kue kering sebagai langkah antisipatif atas kelangkaan dan kenaikan harga.

Baca Juga: UAR Kirim 17 Relawan ke Tiga Wilayah Bencana Sumatra

Di sisi lain, kelangkaan gas LPG 3 kilogram semakin memperburuk kondisi masyarakat. Sejak dua hari terakhir, tabung subsidi tersebut sulit ditemukan di hampir seluruh pangkalan dan pengecer. LPG ukuran 12 kilogram pun ikut mengalami kenaikan harga dari biasanya.

Krisis pasokan ini dipicu oleh terputusnya jalur darat Medan ke Banda Aceh, yang selama ini menjadi jalur vital distribusi kebutuhan pokok. Gangguan tersebut terjadi pascabencana banjir yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Hingga berita ini diturunkan, jaringan komunikasi di sejumlah kawasan terdampak banjir di Aceh masih mengalami gangguan, sehingga informasi terkait distribusi dan upaya pemerintah dalam menangani kelangkaan bahan pokok masih terbatas. []

 

Baca Juga: Komunikasi di Aceh, Sumut, dan Sumbar Mulai Normal Setalah 707 Menara BTS Dipulihkan

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda