Hari Al-Quds Sedunia Momentum Persatuan dan Solidaritas untuk Palestina

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia yang juga merakap Timor Leste dan ASEAN, Valiollah Mohammadi (Sajadi/MINA)

Wawancara Eksklusif, Wartawan MINA dengan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia yang juga merangkap Timor Leste dan ASEAN, Valiollah Mohammadi di Jakarta, Selasa (21/5).

Pendudukan Palestina sejak awal tahun 1948, menjadi pusat perhatian mayoritas ulama sedunia, tidak ketinggalan Pemerintah Republik Islam Iran. Mereka dengan kepekaan yang tinggi berusaha untuk menyelesaikan masalah ini, salah satunya adalah menyelenggarakan Hari Al-Quds Sedunia. Berikut hasil wawancara mengenai Hari Al-Quds Sedunia:

MINA: Bagaimana sejarah terbentuknya Hari Al-Quds Sedunia?

Valiollah Mohammadi: Sebelumnya, Iran dipimpin oleh seorang raja dan mempunyai hubungan baik dengan Amerika Serikat dan Israel. Namun setelah Revolusi Islam Iran tahun 1779 yang di pimpin oleh Ayatullah Khomeini, Iran memutuskan hubungan dengan Israel, karena negara tersebut dianggap penjajah, apartheid, dan rasis, yang hal tersebut tidak sesuai dengan ajaran Islam. Iran juga menutup kedutaan Israel kemudian memberikannya untuk Palestina.

Lihat bangsa Palestina, mereka (Israel) datang kemudian membangun pemerintahan di sana, setelah menguasai tanah, rumah, mereka menyerang bangsa Palestina.

Selanjutnya, Imam Khomeini ingin mengumumkan ada satu hari di mana semua umat muslim di seluruh dunia dan non-Muslim mempunyai kesempatan untuk berkumpul bersama dan menyuarakan dukungan mereka terhadap Palestina dan menentang penjajah Israel.

Akhirnya, Imam Khomeini pada 13 Ramadhan 1399 H atau tanggal 7 Agustus 1979 mengeluarkan pernyataan resmi bahwa hari Jumat terakhir pada bulan Ramadhan ditetapkan sebagai Hari Al-Quds. Kegiatan tersebut berupa aksi turun ke jalan untuk menunjukkan dukungan pada bangsa Palestina.

MINA: Kenapa Bulan Ramadhan dipilih sebagai bulan peringatan Hari Al-Quds Sedunia?

Valiollah Mohammadi: Ramadhan dipilih karena adalah bulannya Allah, dimana semua umat Islam diwajibkan berpuasa. Dan kita pada bulan tersebut adalah tamunya Allah. Hari Jumat juga dipilih karena hari tersebut sangat istimewa bagi umat muslim dibanding hari-hari lainnya.

Selain itu, setiap hari Jumat penduduk Palestina juga selalu turun ke jalan untuk menyuarakan hak-hak mereka. Bahkan mereka harus menghadapi tentara-tentara Israel yang bringas dan kejam.

MINA: Bagaiman pendapat Anda tentang tindakan Amerika Serikat dan Israel terhadap Palestina selama ini?

Valiollah Mohammadi: Kita lihat bagaimana tindakan-tindakan Israel yang terus-menerus melakukan pencaplokan terhadap wilayah Palestina, Yordania, dan Suriah. Kemudian Amerika Serikat yang mendukung Israel dengan memindahkan kedutaanya ke Yerusalem dan mengakui Dataran Tinggi Golan milik Israel.

Itu semua tindakan-tindakan yang melanggar hukum internasional dan merusak segala persetujuan serta pembicaraan yang selama ini diusahakan.

MINA: Bagaimana pelaksanaan Hari Al-Quds Sedunia di Iran?

Valiollah Mohammadi: pelaksanaan Hari Al-Quds Sedunia di Iran bertepatan dengan bulan Ramadhan. Iran mempunyai waktu puasa yang panjang dan panas juga terik. Tapi para pecinta Palestina tetap akan antusias turun ke jalan menyuarakan dukungan terhadap Palestina dan menentang penjajahan Israel.

MINA: Apa tujuan dari Hari Al-Quds Sedunia ini?

Valiollah Mohammadi: Hari Al-Quds Sedunia diinisiasi oleh Imam Khomeini untuk membebaskan Palestina dari penjajahan dan tidak mengakui upaya pendudukan Israel atas Palestina.

Bayangkan, semua orang turun ke jalan, berkumpul dan bersatu menyuarakan apa di sebut Solidaritas terhadap Palestina.

MINA: Dengan berkaca pada Hari Al-Quds Sedunia, menurut Anda apa solusi membebaskan Palestina dari penjajahan?

Valiollah Mohammadi: Iran menginginkan persatuan, dimana seluruh negara-negara Islam duduk bersama dan berdialog untuk mengatasi masalah di Palestina.

Bahkan Iran sangat terbuka untuk melakukan pertemuan baik dengan Arab Saudi, Bahrain untuk mendiskusikan dukungan terhadap Palestina.

MINA: Menyinggung tentang persatuan, kita lihat bahkan di negara-negara Islam di Timur Tengah sendiri, mereka sedang menghadapi masalah masing-masing, bagaimana mempersatukan mereka?

Valiollah Mohammadi: Iya memang benar, negara-negara timur tengah memang mereka sibuk dengan urusan sendiri-sendiri. Maka dari itu kita harus bersatu sampingkan kepentingan dan ego masing-masing.

Kita bahu membahu membantu Palestina dari penjajahan. Menurut saya, bukan dengan militer atau apapun untuk mempersatukan kita, tapi dengan duduk bersama dan dialog serta mengensamping kepentingan masing-masing, persatuan dapat terwujud. (W/Sj/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)