Harta yang Sebenarnya (Oleh: Bahron Ansori)

Oleh Bahron Ansori

Memiliki harta adalah keinginan setiap manusia, termasuk seorang Muslim. Bahkan mempunyai  harta wajib menjadi keharusan demi menghindari meminta-minta dan tentu saja bisa memudahkan dalam mengamalkan sebagian syariat Allah. Islam tidak pernah melarang penganutnya untuk menjadi orang yang kaya selama kekayaan itu bisa ia manfaatkan di jalan Allah Ta’ala.

Ada pun harta sebenarnya yang harus dimiliki oleh seorang Muslim adalah harta seperti yang telah disabdakan Nabi SAW. Suatu ketika, Umar Ibnul Khathtbab ra bertanya kepada Nabi SAW, “Wahai Rasulullah, harta apakah yang sebaiknya kita miliki?” Beliau menjawab, “Hendaklah salah seorang dari kalian memiliki hati yang bersyukur, lisan yang senantiasa berzikir dan istri mukminah yang akan menolongmu dalam perkara akhirat.” (HR. Ibnu Majah no. 1856).

Hadis di atas mengandung makna tentang ‘harta’ sebenarnya yang harus dimiliki oleh setiap Muslim antara lain pertama, memiliki hati yang bersyukur. Hati yang selalu bersyukur atas segala nikmat telah Allah SWT adalah harta sebenarnya bagi seorang Muslim dalam menjalani kehidupan dunia agar selamat di akhirat. Dengan bersyukurlah nikmat akan bertambah, sebaliknya jika tidak bersyukur maka Allah akan menurunkan azab-Nya (Qs. Ibrahim: 7).

Kedua, lisan yang senantiasa berzikir kepada Allah SWT. Ini artinya, menjaga lisan adalah hal penting. Wajar jika Nabi SAW mewanti-wanti agar umatnya pandai menjaga lisan dari perkataan yang tercela, “Ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah SAW, “Siapakah orang Muslim yang paling baik?’Beliau menjawab, “Seseorang yang orang Muslim lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya.” (HR. Muslim no. 64).

Ketiga, memiliki istri salehah. Sebagaimana disebut dalam banyak hadis, mempunyai istri salehah adalah harta dan perhiasan yang tak ternilai harganya, bahkan jika dibanding dengan perhiasan dunia sekalipun. Rasulullah SAW bersabda, “Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” (HR. Abu Dawud no. 1417).

Dalam sabdanya yang lain, Nabi SAW menyebutkan satu dari empat kebahagiaan yang dimiliki seorang lelaki adalah istri salehah, Empat perkara termasuk dari kebahagiaan, yaitu wanita (istri) yang shalihah, tempat tinggal yang luas/lapang, tetangga yang shalih, dan tunggangan (kendaraan) yang nyaman. Dan 4 perkara yang merupakan kesengsaraan yaitu tetangga yang jelek, istri yang jelek (tidak shalihah), kendaraan yang tidak nyaman, dan tempat tinggal yang sempit.” (HR. Ibnu Hibban).

Itulah harta sebenarnya yang harus dimiliki oleh setiap Muslim. Semoga  Allah Ta’ala memudahkan kita untuk memiliki hati yang selalu  bersyukur, lisan yang selalu  basah berzikir dan istri salehah yang selalu membantu perkara akhirat. Wallahua’lam.(A/RS3/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)