Hotel Berkonsep Halal di Azerbaijan Berusaha Pikat Wisatawan

azernews.az

Baku, MINA – Hotel-hotel halal di Azerbaijan melakukan langkah-langkah khusus untuk memikat lebih banyak pengunjung Muslim.

Berbicara tentang wisatawan yang berkunjung ke Azerbaijan, tidak mungkin untuk mengesampingkan tren meningkatnya jumlah wisatawan yang datang dari negara-negara Muslim.

Berkat arus masuk para tamu Muslim, negara itu kini sedang mempertimbangkan untuk mengembangkan pariwisata halal, sebuah subkategori pariwisata yang selaras dengan hukum dan tradisi Islam.

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Azerbaijan sedang mempersiapkan sebuah proyek standar nasional yang disebut “Sistem Manajemen Halal – Hotel”. Proyek ini memiliki persyaratan umum untuk hotel yang menawarkan layanan halal.

Persyaratan ini menetapkan bahwa hotel yang menyediakan layanan halal harus memenuhi komitmen mereka terhadap pelanggan sesuai dengan presentasi, Azernews melaporkan yang dikutip MINA, Senin (15/1).

Periklanan, kampanye, dan harga yang ditujukan untuk mengelabui tamu dilarang keras, perhatian maksimal harus diberikan pada sensitivitas religius para tamu.

Proyek tersebut menyatakan hotel yang menawarkan layanan halal harus memenuhi persyaratan tertentu, khususnya, untuk menyediakan layanan yang ditentukan pelanggan dalam iklan. Bahan kimia dan bahan yang digunakan untuk memenuhi persyaratan sanitasi dan kebersihan harus sesuai untuk digunakan di bidang halal, menurut Rahman Safarov, salah satu penulis proyek, Dekan Pariwisata dan Perhotelan Universitas Pariwisata dan Manajemen Azerbaijan.

Hotel-hotel tidak diperkenankan memiliki pengawasan video dan rekaman audio di kamar, kamar mandi, kolam renang, ruang pijat, ruang ganti. Selain itu, pria dan wanita di tempat-tempat tertentu harus dilayani oleh pekerja dari gender yang sama.

Karyawan hotel diharuskan menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan, kegiatan mereka harus memenuhi persyaratan standar sanitasi dan higienis. Seragam pekerja hotel tidak boleh bertentangan dengan norma-norma Islam.

Verifikasi awal standar akan dimulai pada 2022 dan akan berlangsung selama lima tahun.

Saat ini, pasar perjalanan Muslim merupakan salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat di industri perjalanan global.

Tahun lalu sekitar US$155 miliar dihabiskan oleh wisatawan Muslim, yang mewakili sekitar 13 persen dari total biaya perjalanan global, menurut data Global Muslim Travel Index (GMTI). (T/R11/RI-1)

Miraj News Agency (MINA)