Sana’a, MINA – Pemberontak Houthi Yaman pada Senin (17/8) mengklaim telah menyerang sebuah kapal militer Saudi dan empat kapal patroli di Laut Merah, menandai eskalasi terbaru dalam kampanye kelompok tersebut melawan Arab Saudi di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan kelompok tersebut menggunakan beberapa rudal balistik untuk menargetkan kapal pendarat militer Saudi dan empat kapal patroli pendamping di lepas pantai Mokha.
Ia mengklaim kapal-kapal tersebut tenggelam atau terbakar, meskipun belum ada konfirmasi independen atas klaim tersebut. First Post melaporkan.
Arab Saudi belum segera menanggapi pengumuman Houthi tersebut.
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
Menurut laporan, tujuh rudal ditembakkan ke arah Selat Bab al-Mandeb dan garis pantai dekat Mokha, sebuah kota yang dikuasai pemerintah Yaman. Laporan tersebut mengatakan bahwa sebuah kapal komersial Yaman dan kamp militer milik pasukan pemerintah juga menjadi sasaran, namun tidak memberikan rincian tentang kemungkinan korban atau kerusakan.
Bab al-Mandeb adalah jalur maritim utama yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Setiap pertempuran yang berkelanjutan di kawasan ini dapat semakin mengganggu pelayaran komersial melalui salah satu jalur perdagangan terpenting di dunia.
Latar Belakang Konflik Yaman
Konflik Yaman dimulai pada tahun 2014 ketika Houthi merebut sebagian besar wilayah negara itu, termasuk ibu kota Sana’a. Bertahun-tahun pertempuran telah menewaskan ratusan ribu orang dan menciptakan salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa
Houthi terus menguasai sebagian besar wilayah Yaman, termasuk wilayah di sepanjang Laut Merah dekat perbatasan Saudi. Eskalasi ini menambah ketidakstabilan yang lebih luas di kawasan, di mana konflik AS-Iran yang sedang berlangsung telah memengaruhi pelayaran dan keamanan di seluruh Asia Barat. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik
















Mina Indonesia
Mina Arabic