Ika Boedoet 83 Agendakan Gelar Baksos Pemeriksaan Mata dan Pemberian Kacamata untuk Yatim Dhuafa

(Foto: Istimewa)

Jakarta, MINA – Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Jakarta atau dikenal SMA Boedoet (Boedi Oetomo) angkatan 83 menggelar fun walk dibarengi dengan penggalangan dana untuk bakti sosial (baksos) pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis kepada anak yatim dan dhuafa.

Koordinator baksos dr. Roby Hilman Maulana, SpM., SpKL., mengharapkan aksi yang digelar pada Ahad, 1 Desember 2019 bertempat di sekolah Boedoet Jakarta itu dapat membantu banyak anak yatim dan dhuafa. Menurutnya, banyak di antara mereka tidak sadar akan kelainan mata yang mereka miliki.

“Aksi sosial tersebut kita gelar dalam rangka menyantuni anak yatim dan dhuafa. Banyak dari anak yatim piatu dan miskin tidak tercover dalam hal pelayanan kelainan mata,” ujar Roby saat Dialog Siang Radio Silaturahim di Jakarta, Rabu (30/10).

Baca Juga:  BRIN: Indonesia Terus Andil Dalam Penelitian Global Asia Pasifik

Dokter spesialis mata yang bertugas di Rumah Sakit Mata AINI itu mengatakan, bakti sosial yang didukung oleh seluruh alumni dan pihak sekolah tersebut akan digelar secara rutin.

Baksos pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis kepada anak yatim dan dhuafa sendiri akan dilaksanakan di panti asuhan dan madrasah di DKI Jakarta dan sekitarnya.

“Kami targetkan 100 kaca mata untuk aksi ini. Para donatur bisa menyumbangkan donasinya sebanyak Rp1 juta untuk 3 kacamata,” ujar Roby.

Selain itu, dalam aksi fun walk dan kegiatan penggalangan dana baksos tersebut akan hadir tim donor mata dari Bank Mata Indonesia yang membagikan formulir bagi donatur yang siap mendonorkan kornea matanya apabila sudah meninggal dunia dan atas persetujuan ahli waris atau keluarga.

Baca Juga:  Permudah Masyarakat, BAZNAS Hadirkan Layanan Kurban di Platform Online

Menurut Roby, jumlah donor mata di Indonesia jauh lebih sedikit daripada jumlah kornea mata yang dibutuhkan bagi orang lain yang mengalami kebutaan kornea. Padahal donor mata sangat dibutuhkan bagi orang yang mengalami kebutaan kornea.

Dia mengungkapkan fenomena bahwa jumlah calon donor mata yang terdaftar di Bank Mata Indonesia sangat rendah apabila dibandingkan penduduk Indonesia.

“Ada 300 hingga 400 orang yang mengalami kebutaan setiap bulannya. Namun sedikit sekali orang yang ingin mendonorkan matanya,” tambahnya.(L/R01/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: Rana Setiawan

Editor: Rana Setiawan