Imaam Yakhsyallah: Iman dan Ilmu Harus Diamalkan Selaras

Ketua Pembina STAI Al-Fatah K.H. Drs. Yakhsyallah Mansur, M.A. menyampaikan tausyiah dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Fatah Bogor Ke-VII di Aula Insan Mandiri Cibubur,  Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, pada Ahad (3/7/2002).(Foto: Abdullah/MINA)

Bekasi, MINA – Ketua Pembina STAI Al-Fatah K.H. Drs. Yakhsyallah Mansur, M.A. menyampaikan pesan kepada 36 wisudawan yang baru lulus pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Fatah Bogor Ke-VII di Aula Insan Mandiri Cibubur,  Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, pada Ahad (3/7).

“Para wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan tugas awal dari kehidupan nyata kita di perguruan tinggi. Saya harapkan kalian menyelesaikan tugas kalian sampai pada puncak aktivitas sebagai doktor. Iman dan ilmu itu juga harus diamalkan selaras,” kata Imaan Yakhsyallah.

Dia menyampaikan tausyiah pada Al-Quran Surah Al-Mujadilah ayat 11, Allah menyebutkan antara iman, ilmu, dan amal secara beriringan. Hal ini mengisyaratkan bahwa iman, ilmu, dan amal harus terintegrasi. Ketiga hal tersebut adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

“Dalam Islam, antara iman, ilmu dan amal terdapat hubungan yang terintegrasi. Islam adalah agama wahyu yang mengatur sistem kehidupan. Dalam agama Islam terkandung tiga ruang lingkup, yaitu akidah, syari’ah dan akhlak. Sedangkan iman, ilmu dan amal berada di dalam ruang lingkup tersebut,” jelas Imaam Yakhsyallah.

Dia mengatakan, iman berorientasi terhadap rukun iman yang enam, sedangkan ilmu dan amal berorientasi pada rukun Islam yaitu tentang tata cara ibadah dan pengamalannya.

“Dengan demikian nampak jelas bahwa keimanan yang dibarengi dengan ilmu akan membuahkan amal–amal shalih,” ujar Imaam Yakhsyallah.

Maka dapat disimpulkan bahwa keimanan dan amal perbuatan beserta ilmu membentuk segi tiga pola hidup yang kokoh. Ilmu, iman dan amal shalih merupakan faktor menggapai kehidupan bahagia.

Dia juga berpesan, Agama Islam mengajarkan umat manusia untuk selalu menuntut ilmu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.

“Untuk itu, para wisudawan di sekolah kampus jihad ini dapat mengamalkan ilmunya dalam kehidupan nyata dan mengajarkan ilmunya kepada orang lain,” ujarnya.

Menurutnya, sebagian orang yang belajar agama hanya untuk menambah wawasan, enggan diamalkan. Padahal seharusnya ilmu dipelajari supaya meningkatkan amal. Karena amal itu adalah buah dari ilmu.

“Orang yang berilmu tapi tidak mengamalkannya maka mendapatkan siksaan yang berat di akhirat,” tegasnya.

Imaam Yakhsyallah juga menyampaikan ilmu dipandang bermanfaat apabila memenuhi kriteria ilmu itu dapat meningkatkan pengetahuan pemiliknya akan Allah juga ilmu dengan efektif dapat membantu mengembangkan masyarakat, Islam dan merealisasikan tujuan-tujuannya.

Selain itu, ilmu yang bermanfaat dapat membimbing orang lain dan dapat memecahkan berbagai problematika masyarakat.

STAI Al-Fatah Bogor mengukuhkan 36 wisudawan pada Sidang Senat Terbuka Wisuda STAI Al-Fatah ke-VII dipimpin Kepala STAI Al-Fatah Ahmad Soleh, S.Pd.I., M.A. dan Surat Keputusan Kelulusan Sarjana dibacakan Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Deni Rahman, S.Sos.I., MIKom..

Turut hadir pada wisuda tersebut, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Amany Lubis didaulat menyampaikan orasi ilmiah, Ketua Umum Yayasan Pendidikan Silaturahim Jatikarya (YPSJ) Ichsan Thalib, Pemimpin Umum Kantor Berita MINA Arief Rahman, Pemimpin Redaksi Kantor Berita MINA Ismet Rauf, dan Pendiri Radio Silaturahim dan Presidium MER-C Faried Thalib.

Juga dihadiri Pembina Jaringan Pondok Pesantren Al-Fatah Indonesia Ustaz Abul Hidayat Saerodjie, Kepala STAI Al-Fatah pertama dan kedua, Ustaz Agus Sudarmaji dan Ustaz Wahyu Iwa Sumantri, para dosen, keluarga alumni, wali dan kerabat wisudawan dari berbagai daerah.(L/R1/P2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)