Imaam Yakhsyallah: Tujuan Taklim adalah untuk Memantapkan Kebenaran Al-Quran

Cileungsi, Kabupaten Bogor, MINA – Imaamul Muslimin KH. Yakhsyallah Mansur mengatakan, taklim adalah untuk memantapkan yang hak atau kebenaran kebenaran Al-Quran.

“Jadi, tujuannya talim-talim ini adalah agar kita tahu bahwasanya Al-Quran itu adalah haq (benar),” tegas Imaam Yakhsyallah.

Hal itu dikatakan Imaam ketika menjelaskan tafsir dari surah Ar-Ra’d ayat 19-24 yang disiarkan Al-Jama’ah TV di Masjid At-Takwa di Pondok Pesantren Al-Fatah Sufah Hizbullah, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Sabtu (30/5) pagi.

Imaam menegaskan : “Bukannya dengan kita membaca, mempelajari dan memahaminya bahkan menjadi ragu. Tapi kita akan tahu kebenarannya.”

Selanjutnya, dengan Al-Quran adalah agar kita tidak menjadi seperti orang yang buta.

“Kalau kita bayangkan saja bagaimana kita melihat orang buta inilah Allah memperumpamakan orang yang enggan mempelajari Al-Quran bahkan menjauhinya, “nauzubillah minzalik,” imbuhnya.

Imaam mengatakan, Taklim hukumnya menjadi fardlu ‘ain atau wajib dilakukan oleh setiap Muslim, terutama jika hal tersebut diperlukan agar umat Muslim dapat menjalankan ibadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Selanjutnya Imaam menjelaskan, pengertian ulul albab yaitu orang yang jernih hatinya, murni pemikirannya, yang tidak di dikotori oleh berbagai hal yang merusaknya. “Ini yang saya pahami dalam surah Ar-Ra’d ayat 19,” kata Imaam Yakhsyallah.

Ulul Albab adalah: Pertama, Orang-orang yang menepati janji Allah. Kedua, Tidak merusak Janji-janjinya.

Selanjutnya yang ketiga,. Menyambung apa yang Allah sambung. Ini maksudnya adalah seperti Ibnu Kasir menjelaskan, setidaknya ada lima poin. Pertama. Menyambung silaturahim, kedua. Berbuat baik kepada keluarga, berbuat baik kepada fakir miskin, keempat. Berbuat baik kepada orang yang memerlukan dan yang terakhir adalah mengerahkan semua kebaikan.

“Dalam silaturahmi kita harus berjamaah karena dengan berjamaah akan bisa menyambung tali silaturahmi itu kepada siapa saja termasuk kepada kerabat,” tegasnya. (L/R8/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)