Indonesia Ajak Australia Berinvestasi di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas

Gold Coas, Queensland, MINA – Pemerintah Indonesia melalui Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengajak para investor Australia untuk berinvestasi di sektor pariwisata terutama pada 10 destinasi pariwisata prioritas Indonesia.

“Saya yakin potensi pariwisata Indonesia sangat besar dan dapat menarik investor Australia untuk berinvestasi,” jelas Menteri Bappenas Bambang dalam acara Konferensi Biennial Australia Indonesia Business Council (AIBC), di Gold Coast, Australia, pada Senin (12/11).

Pemerintah Indonesia menetapkan 10 destinasi pariwisata prioritas Nasional, yaitu Tanjung Lesung, Tanjung Kelayang, Mandalika, Morotai, Danau Toba, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo, Tengger, dan Semeru, Labuan Bajo, dan Wakatobi.

“Empat pertama berfungsi sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, sementara enam terakhir berperan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN),” jelas Bambang.

Pemerintah menyadari untuk membangun 10 destinasi pariwisata tersebut tentu membutuhkan pembangunan infrastruktur untuk menunjang konektivitas serta menuntut investasi yang besar pula.

Tren investasi sektor pariwisata di Indonesia tumbuh secara konstan selama lima tahun terakhir. Nilai realisasi investasi 10 destinasi pariwisata prioritas mencapai 46,7 persen dari total investasi sektor pariwisata pada 2012-2017, namun sebagian besar realisasi terjadi di Jakarta.

“Untuk itu, penting bagi kami untuk meningkatkan aliran investasi pada destinasi pariwisata prioritas lainnya,” tambah Bambang.

Untuk mendorong iklim investasi, pemerintah menyediakan kebijakan berinvestasi seperti layanan izin investasi 3 jam, layanan perizinan terpadu, kemudahan investasi langsung konstruksi, dan layanan jalur hijau.

IABC adalah sebuah asosiasi bisnis yang mewakili kepentingan bisnis sektor swasta dalam hubungan komersial antara Indonesia dan Australia.

Lembaga tersebut juga bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia) dan mitranya di Australia. (R/Sj/B05)

Mi’raj News Agency (MINA)