Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indonesia Dorong Integrasi Pasar Ekonomi Islam Global

Hasanatun Aliyah Editor : Widi Kusnadi - Rabu, 4 Februari 2026 - 22:29 WIB

Rabu, 4 Februari 2026 - 22:29 WIB

18 Views

Menteri Agama Nasaruddin Umar.(Foto: Humas Kemenag)

Jakarta, MINA – Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar menyatakan, Indonesia mendorong integrasi pasar dunia Islam global melalui penguatan konektivitas, perdagangan dan investasi lintas negara.

“Indonesia berdiri di garis depan dalam upaya ini, bukan karena klaim semata, tetapi karena capaian nyata yang diakui secara internasional. Indonesia kembali mempertahankan peringkat ketiga dunia dalam Global Islamic Economy Indicator (GIEI) 2024/2025, hanya di bawah Malaysia dan Arab Saudi,” ujar Menag dalam forum internasional Indonesia Economic Summit 2026 di Jakarta, Rabu (4/2)

Menag juga menyebutkan prestasi Indonesia di sektor riil, termasuk peringkat pertama dunia untuk modest fashion, serta posisi atas untuk pariwisata ramah Muslim dan produk halal kosmetik serta farmasi.

Dalam sektor keuangan, pangsa pasar keuangan syariah Indonesia mencapai 30,3% dari total aset keuangan nasional per Oktober 2025. Indonesia juga menjadi destinasi investasi halal terbesar di dunia, dengan sekitar 40 transaksi senilai USD 1,6 miliar sepanjang 2023.

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Ia menekankan, ekonomi halal merupakan penggerak penting perekonomian Indonesia, dengan kontribusi Halal Value Chain sebesar 27,34% terhadap PDB pada triwulan III 2025.

Digitalisasi sertifikasi halal melalui sistem SIHALAL juga diprioritaskan, dengan akumulasi 10,99 juta produk tersertifikasi halal hingga Desember 2025.

Menag menegaskan, posisi strategis Indonesia mencerminkan komitmen kolektif untuk menciptakan pasar yang lebih terintegrasi, adil, dan berkelanjutan di dunia Islam. Ia menyerukan kolaborasi lintas batas dan sektor antara pemerintah, swasta, akademisi, dan lembaga keuangan.

Keketuaan Indonesia sebagai Ketua D-8 periode 2026–2027 akan dimanfaatkan untuk memperluas diplomasi ekonomi halal dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global produk halal.[]

Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

MINA Preneur
Indonesia
Wakil Menteri Luar Negeri RI Muhammad Anis Matta (foto: Kemlu RI)
Internasional
Indonesia