Jakarta, 17 Rabi’ul Awwal 1436/8 Januari 2015 (MINA) – Guna mempromosikan budaya angklung ke mancanegara, Indonesia berencana mengirimkan delegasi budaya angklung ke Thailand dalam beberapa hari ke depan. Demikian dikatakan praktisi public relations Indonesia, Vivi Sandra Putri, kepada wartawan di Mer-C Training Center, Kamis (8/1) di Jakarta.
Bersama sekitar 21 pelajar asal Bandung yang tergabung dalam Masyarakat Musik Angklung, Vivi akan melakukan road show mementaskan seni angklung di beberapa provinsi di Thailand.
“Yang uniknya, semua pemain angklung adalah para siswi berjilbab,” kata Vivi.
Menurutnya, mendakwahkan Islam tak harus menggunakan cara-cara konvensional agar bisa diterima. “Bisa juga melalui promosi budaya-budaya Indonesia seperti yang akan dilakukan tim budaya ini. Tergantung cara mengemasnya”, jelas Vivi.
Baca Juga: Pemerintahan Trump Lakukan PHK Massal di Departemen Pendidikan AS
“Sama halnya ketika mempromosikan tari Saman dari Aceh, semua penarinya berjilbab,” kata Vivi.
Menjalankan misi kehumasan Kementerian Pariwisata Indonesia untuk promosi di luar negeri ini, wanita ini begitu giat mempromosikan budaya Indonesia di berbagai negara dunia. Dia juga menjadi humas dan pengembang Masyarakat Musik Angklung secara global.
Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat Sunda di Propinsi Jawa Barat. Alat musik ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan.
Dalam perkembangannya, angklung berkembang dan menyebar ke seantero Jawa, lalu ke Kalimantan dan Sumatera. Pada 1908 tercatat ada sebuah misi kebudayaan dari Indonesia ke Thailand, antara lain ditandai penyerahan angklung, lalu permainan musik bambu ini pun menyebar di sana. (L/P001/r12)
Baca Juga: Negara-Negara dengan Durasi Puasa Terlama dan Tercepat di Dunia
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)