SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bedah Buku Prof. Sudarnoto Bahas Hegemoni dan Diplomasi untuk Kemerdekaan Palestina

Widi Kusnadi Editor : ali farkhan tsani - Sabtu, 15 November 2025 - 10:40 WIB

Sabtu, 15 November 2025 - 10:40 WIB

4 Views ㅤ

(Dok MINA/Afta)

Jakarta, MINA – Kekuasaan hegemoni global dan dominasi kapitalisme menjadi sorotan utama dalam bedah buku karya Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, yang digelar Sabtu (15/11) di Aula HB Jassin Jakarta.

Diskusi ini menekankan pentingnya diplomasi total Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina.

Dalam acara yang dihadiri para akademisi dan pegiat kemanusiaan, Prof. Sudarnoto menjelaskan buku yang dibedah kali ini menguraikan bagaimana kekuatan hegemonik dunia, yang dipengaruhi oleh kapitalisme, mempermudah tindakan Zionis dan Amerika Serikat terhadap rakyat Palestina. Menurutnya, langkah-langkah internasional yang ada saat ini masih belum mampu membendung tekanan tersebut.

“Buku ini ditujukan sebagai bahan pertimbangan kebijakan bagi pemerintah Indonesia, agar lebih menekankan diplomasi total yang berdampak langsung terhadap upaya kemerdekaan Palestina,” ujar Prof. Sudarnoto. Ia menambahkan bahwa kondisi dunia saat ini sangat memprihatinkan, dengan krisis kemanusiaan yang terus berlanjut di Timur Tengah.

Baca Juga: Karhutla Belum Berstatus Bencana Nasional, Menko Polkam sebut Indonesia Masih Sanggup

Lebih jauh, Prof. Sudarnoto menyoroti ketidakseriusan beberapa negara Islam yang masih menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. Hal ini menurutnya menjadi salah satu faktor mengapa solidaritas dunia Islam dalam membela kemanusiaan di Palestina belum optimal.

“Kekompakkan dunia Islam masih bertahan pada presentase yang tidak efektif,” ungkapnya, pada bedah buku yang diselenggarakan oleh Aqsa Working Group (AWG) dalam rangkaian Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2025.

Diskusi bedah buku ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi pemangku kebijakan dan masyarakat luas akan urgensi diplomasi yang kuat, serta perlunya perhatian serius terhadap krisis kemanusiaan di Palestina. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Kiai Cholil Nafis Serukan Boikot Ceramah Alwi Assegaf, Ini Pemicunya

Rekomendasi untuk Anda