Jakarta, MINA – Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Sugiono mengumumkan rencana evakuasi terhadap 15 Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Teheran, Iran, di tengah memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Menlu mengatakan evakuasi ini akan dilakukan melalui Azerbaijan, negara tetangga yang berbatasan langsung dengan Iran dan membuka jalur perbatasan untuk keperluan kemanusiaan.
Sugiono menyatakan bahwa 15 WNI yang bersedia dipulangkan sudah menyampaikan permohonan resmi kepada pemerintah Indonesia untuk dievakuasi.
Proses evakuasi belum dilaksanakan secara langsung karena ruang udara di kawasan masih ditutup akibat konflik bersenjata, sehingga rencana pemindahan diarahkan melalui jalur darat menuju Baku, Azerbaijan terlebih dahulu.
Baca Juga: Harga Jual Emas Hari Ini, Jumat 6 Maret 2026
Menurut Menlu Sugiono, perjalanan dari Teheran ke Baku diperkirakan memakan waktu sekitar sepuluh jam perjalanan darat, sehingga persiapan logistik dan kondisi kesehatan setiap WNI menjadi pertimbangan utama sebelum operasi evakuasi dilakukan.
Indonesia juga bekerja sama intens dengan Kedutaan Besar RI di Iran untuk menyusun timing dan rute terbaik agar perjalanan aman.
Sugiono menegaskan bahwa pemerintah hanya akan memfasilitasi evakuasi bagi WNI yang secara sukarela menyatakan ingin dipindahkan. Hingga saat ini, permintaan baru datang dari warga Indonesia di Teheran; sementara WNI yang berada di negara-negara Teluk seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan Oman belum mengajukan permohonan serupa.
Selain itu, pemerintah Indonesia juga telah memerintahkan Duta Besar RI untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, untuk segera mengambil langkah-langkah operasional dan koordinatif dalam proses evakuasi tersebut.
Baca Juga: [Bedah Berita MINA] Serangan Gabungan AS–Israel ke Iran, Apa Dampaknya?
Langkah ini mencakup pemetaan rute aman, pengaturan transportasi darat, hingga mekanisme transit di perbatasan Azerbaijan sebelum lanjut ke tujuan berikutnya.
Situasi ini menunjukkan tantangan besar dalam perlindungan WNI di tengah krisis internasional. Konflik di Iran telah membuat banyak warga asing, termasuk dari puluhan negara, memilih meninggalkan wilayah tersebut melalui pembukaan jalur darat ke Azerbaijan.
Sejak akhir Februari hingga awal Maret 2026, ratusan warga dari berbagai negara telah melintasi perbatasan Iran–Azerbaijan untuk mencari tempat aman, termasuk warga dari China, Rusia, Pakistan, dan negara lainnya.
Rencana evakuasi WNI ini muncul di tengah eskalasi ketegangan militer besar di Timur Tengah. Serangan udara oleh sekutu AS dan Israel terhadap target strategis di Iran pada 28 Februari 2026 memicu respons balasan oleh Tehran, memperluas konflik ke kawasan dan menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga sipil asing yang berada di wilayah tersebut.
Baca Juga: BMKG: Seluruh Wilayah DKI Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Ringan hingga Sedang Hari Ini
Pemerintah Indonesia terus memantau situasi dan menyiapkan langkah kontinjensi untuk melindungi warganya dari dampak konflik yang terus berkembang. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Ribuan Pekerja Terjebak Konflik AS-Israel vs Iran, Mayoritas Asal Jatim
















Mina Indonesia
Mina Arabic