Kuwait, MINA – Iran dinyatakan berhasil menyerang kompleks Kedutaan Besar AS di Kuwait dan tiga jet tempur AS diakui rontok di udara.
Serangan drone Iran menargetkan kompleks Kedutaan Besar AS di Kuwait, menurut New York Times, mengutip dua pejabat AS yang anonim. Rekaman terverifikasi menunjukkan kepulan asap tebal yang naik dari sekitar kompleks tersebut.
Al-Mayadeen melaporkan, pada saat yang sama, seorang koresponden AFP melaporkan asap mengepul dari lokasi benturan di kedutaan pada Senin (2/3), menyusul gelombang serangan Iran yang baru, menandai hari ketiga berturut-turut operasi yang dilakukan oleh Iran terhadap kepentingan AS-Israel di kawasan tersebut, sebagai bagian dari tanggapannya terhadap agresi yang sedang berlangsung terhadap Iran.
Kedutaan Besar AS di Kuwait kemudian mengeluarkan peringatan keamanan yang mendesak masyarakat untuk menghindari daerah tersebut, memperingatkan ancaman berkelanjutan dari serangan rudal dan drone. Peringatan itu menyarankan warga negara Amerika untuk berlindung di tempat, menjauh dari jendela.
Baca Juga: Iran Tantang Invasi Darat, Tegaskan Siap Permalukan Pasukan AS
Sementara itu, Komando Pusat AS mengatakan, tiga jet tempur F-15E Strike Eagle rontok ditembak jatuh, diduga karena “tembakan salah sasaran”, saat mendukung Operasi Epic Rage di atas Kuwait.
Kementerian Pertahanan Kuwait mengkonfirmasi insiden tersebut dan melaporkan tidak ada korban jiwa.
Media pemerintah Iran, termasuk IRNA, awalnya melaporkan bahwa sistem pertahanan udara Iran berhasil menembak jatuh jet tempur F-15 AS setelah jet tersebut mencoba memasuki wilayah udara Iran.
Televisi Iran selanjutnya menyatakan bahwa puing-puing pesawat jatuh di Negara Kuwait karena kedekatan area pertempuran dengan perbatasannya.
Baca Juga: Dapat Senjata dari AS, Milisi Kurdi Mulai Operasi di Perbatasan Iran-Irak
Angkatan bersenjata Iran telah menargetkan pangkalan militer AS di seluruh wilayah sebagai pembalasan atas agresi kriminal AS-Israel terhadap kedaulatan dan rakyatnya.
Pangkalan udara Ali al-Salem di Kuwait telah menjadi sasaran serangan signifikan, dengan otoritas Kuwait melaporkan pencegatan pada subuh. Namun, puing-puing tersebut memicu kebakaran di pembangkit listrik Doha Barat, dan pecahan yang jatuh menyebabkan cedera ringan pada dua pekerja di kilang Mina al-Ahmadi. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Iran Tolak Dialog dengan AS, Sebut Diplomasi Tak Lagi Bisa Dipercaya
















Mina Indonesia
Mina Arabic