SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran Galang Dukungan Rusia Hadapi Blokade Hormuz

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - 20 menit yang lalu

20 menit yang lalu

0 Views

Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf. (Foto: Press TV)

Teheran, MINA Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf dilaporkan langsung melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, sesaat setelah negosiasi antara Teheran dan Washington di Pakistan dinyatakan menemui jalan buntu.

Langkah diplomasi cepat ini diambil guna memperkuat koordinasi strategis di tengah ancaman Amerika Serikat (AS) yang berencana melakukan blokade militer di seluruh akses menuju Pelabuhan Iran serta Selat Hormuz mulai Senin (13/4). Al-Jazeera melaporkan.

Dalam percakapan tersebut, Qalibaf menegaskan bahwa kedaulatan Iran tidak dapat ditawar dan menolak tekanan sepihak dari pemerintahan Donald Trump yang dianggap melanggar hukum internasional.

Sebaliknya, Presiden Putin menyatakan dukungan terhadap hak Iran untuk menjaga keamanan wilayahnya dan menekankan pentingnya stabilitas di kawasan Teluk. Kedua pemimpin sepakat bahwa eskalasi militer oleh pihak Barat hanya akan memperparah krisis energi global dan mengancam pasokan logistik dunia.

Baca Juga: IRGC Peringatkan AS: Selat Hormuz Bisa Jadi Pusaran Maut

Kebuntuan negosiasi di Islamabad bermula ketika pihak AS memberikan syarat yang dianggap Iran mustahil untuk dipenuhi, yakni pembongkaran fasilitas nuklir secara total dan penghentian dukungan terhadap faksi-faksi pejuang di Timur Tengah.

Iran melihat syarat tersebut bukan sebagai jalan keluar damai, melainkan upaya pelemahan terhadap kedaulatan negara-negara Islam yang selama ini menentang hegemoni Barat. Akibatnya, ketegangan fisik di jalur air tersibuk dunia, Selat Hormuz, kini berada pada titik yang sangat rawan.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dikabarkan telah meningkatkan status siaga satu di sepanjang garis pantai selatan. Hal ini menyusul pergerakan armada tempur Angkatan Laut AS yang mulai memposisikan diri untuk menutup akses pelabuhan-pelabuhan utama Iran.

Dukungan Rusia kepada Iran dipandang sebagai sinyal terbentuknya poros kekuatan baru yang dapat mengimbangi tekanan Washington. Selain koordinasi militer, kedua negara juga dikabarkan tengah membahas percepatan penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan untuk menghindari dampak sanksi ekonomi AS yang menyertai blokade tersebut. []

Baca Juga: Gagal Capai Kesepakatan di Pakistan, AS Umumkan Blokade Pelabuhan Iran di Selat Hormuz

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda