Teheran, MINA – Iran dilaporkan melakukan serangan rudal dan pesawat tanpa awak terhadap sejumlah pangkalan militer milik Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah, termasuk di Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), dan wilayah lain setelah serangan udara oleh AS dan Israel ke dalam wilayah Iran.
Serangan ini diumumkan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai tindakan balasan atas aksi militer yang menarget fasilitas Iran. Farsnews melaporkan, Ahad (1/3).
Dalam pernyataannya yang dirilis media Iran, IRGC menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan markas besar Armada Kelima AS di Bahrain serta pangkalan militer AS lainnya di Qatar dan UEA.
Iran menegaskan tindakan itu sebagai respons sah terhadap apa yang disebutnya agresi militer oleh pasukan AS dan sekutunya sebelumnya.
Baca Juga: Iran Tantang Invasi Darat, Tegaskan Siap Permalukan Pasukan AS
Gelombang serangan balasan Iran juga dilaporkan menyasar pangkalan udara dan fasilitas militer AS di beberapa negara Teluk lainnya, termasuk Kuwait dan Yordania, sambil meningkatkan tekanan terhadap target yang dinilai sebagai basis operasi militer Washington di wilayah tersebut.
Respons dari negara-negara Teluk pun muncul cepat. Qatar mengecam serangan Iran sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan nasionalnya dan menegaskan haknya untuk merespon sesuai hukum internasional.
Sementara itu, Arab Saudi menyatakan penolakan keras terhadap serangan yang dinilai sebagai agresi terhadap negara-negara tetangga, dan mengumumkan dukungan penuh kepada negara-negara yang terkena dampak.
Kondisi keamanan di kawasan Teluk kini berada di bawah sorotan dunia karena eskalasi militer yang berpotensi berdampak pada stabilitas regional dan jalur perdagangan energi global.
Baca Juga: Dapat Senjata dari AS, Milisi Kurdi Mulai Operasi di Perbatasan Iran-Irak
Banyak negara Arab mengimbau agar ketegangan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas, meskipun tekanan politik dan militer semakin meningkat.
Serangan balasan Iran terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Teheran dan koalisi AS-Israel, yang sebelumnya melancarkan serangan udara panjang ke fasilitas nuklir, pangkalan militer, dan infrastruktur keamanan Iran. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Iran Tolak Dialog dengan AS, Sebut Diplomasi Tak Lagi Bisa Dipercaya
















Mina Indonesia
Mina Arabic