Iran Resmikan Divisi AL Pengangkut Drone

Teheran, MINA – Tentara Iran pada Jumat (15/7), meresmikan divisi angkatan laut pengangkut drone pertama di perairan internasional Samudra Hindia di tengah tur regional Presiden AS Joe Biden.

Divisi angkatan laut, yang terdiri dari unit permukaan dan kapal selam, diresmikan dalam upacara yang disiarkan televisi yang dihadiri oleh pejabat tinggi militer, kata militer dalam sebuah pernyataan.

Divisi pertama yang bergabung dengan armada selatan tentara, mampu membawa berbagai jenis pertempuran, pengawasan, dan drone bunuh diri, kata media pemerintah, demikian Anadolu Agency.

Perkembangan itu terjadi di tengah tur perdana Biden di Timur Tengah, yang membawanya ke Israel dan Arab Saudi, dua musuh bebuyutan regional Iran, dan sehari setelah AS dan Israel mengumumkan deklarasi bersama melawan Teheran.

Dalam deklarasi tersebut, Biden dan Perdana Menteri Israel Yair Lapid menegaskan kembali tekad mereka untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir, yang memicu reaksi marah dari Teheran.

Lebih lanjut dinyatakan bahwa AS “menegaskan komitmennya untuk bekerja sama dengan mitra lain untuk menghadapi agresi Iran dan kegiatan destabilisasi.”

Komandan militer tertinggi Iran, Jenderal Abdolrahim Mousavi, mengatakan di sela-sela upacara pembukaan bahwa Teheran menyadari “sikap agresif” AS saat membela upaya negaranya untuk meningkatkan “kemampuan defensifnya.”

“Jika musuh membuat kesalahan, drone ini akan memberikan balasan yang disesalkan,” dia memperingatkan, menggemakan kata-kata Presiden Ebrahim Raisi pada Kamis.

Berbicara pada rapat umum di Iran barat pada hari Kamis, Raisi bersumpah akan memberikan balasan”keras dan disesalkan” terhadap “kesalahan apa pun oleh AS atau sekutu regionalnya.”

Dalam pernyataan terpisah pada Jumat, juru bicara militer Iran Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi mengatakan “menggunakan kekuatan” terhadap Iran akan “ada harganya.”

Pernyataannya sebagai tanggapan atas komentar Biden dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi Israel bahwa AS akan menggunakan kekuatan terhadap Iran “sebagai upaya terakhir” untuk mencegahnya memperoleh senjata nuklir.

Ketegangan telah meningkat secara dramatis antara Iran dan AS dalam beberapa pekan terakhir.

Para ahli percaya kunjungan Biden ke Israel dan deklarasi bersama dengan Tel Aviv dapat menciptakan hambatan baru dalam pembicaraan kesepakatan nuklir, yang telah berlangsung sejak April tahun lalu. (T/R4/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)