Iran Setuju De-eskalasi Sebagai Solusi Krisis dengan AS

Teheran, MINA – Iran memberikan isyarat pada hari Ahad (12/1) bahwa pihaknya mendukung pengurangan eskalasi dengan Amerika Serikat setelah 10 hari meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Presiden Iran Hassan Rouhani menyampaikan setelah menerima kunjungan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani di Teheran. Manila Bulletin melaporkan.

Dalam pertemuan antara Rouhani dan Sheikh Tamim, kedua belah pihak sepakat bahwa pengurangan eskalasi adalah “satu-satunya solusi” untuk krisis regional, kata penguasa emirat itu.

Qatar menjadi tuan rumah pangkalan militer AS terbesar di kawasan itu, tetapi juga menjalin hubungan kuat dengan Iran, dalam berbagi ladang gas terbesar di dunia.

“Kunjungan ini terjadi pada saat yang kritis di kawasan itu,” kata Emir, dalam kunjungan resmi pertamanya ke Republik Islam itu.

“Kami sepakat bahwa satu-satunya solusi untuk krisis ini adalah de-eskalasi dari semua pihak dan dialog.”

Sementara itu, Rouhani mengatakan: “Kami telah memutuskan akan melakukan lebih banyak konsultasi dan kerja sama untuk keamanan seluruh kawasan ini.”

Sementara itu  di ibukota Iran meledak protes marah paska jatuhnya pesawat Ukraina yang jatuh di Iran.

Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran agar tidak melukai demonstran dan terhadap pengulangan tindakan keras mematikan terhadap unjuk rasa pada November yang memicu kenaikan harga bahan bakar.

Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan Trump masih bersedia untuk “duduk dan berdiskusi tanpa prasyarat cara baru untuk maju” dengan Iran.

Teheran telah dengan tegas menolak untuk mengadakan pembicaraan dengan Washington kecuali jika sanksi dicabut terlebih dahulu.

Teheran mengatakan pihaknya mendukung pelonggaran ketegangan setelah AS membunuh seorang jenderal Iran yang dihormati, kepala Pasukan Quds Qasem Soleimani, dalam serangan pesawat tak berawak di Baghdad.

Presiden Iran juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mehmood Qureshi, yang menawarkan untuk menengahi  Teheran dan sekutu AS, Arab Saudi. (T/RS2//P1)

Mi’raj News Agency (MINA)