Jakarta, MINA – Kualitas udara di wilayah DKI Jakarta kembali mengalami penurunan signifikan pada Rabu (25/6), dengan angka Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) mencapai 185 berdasarkan standar AQI⁺ US.
Angka tersebut dikategorikan sebagai tingkat “tidak sehat” terutama bagi kelompok masyarakat rentan.
Data ini menandakan bahwa masyarakat, khususnya anak-anak, lansia, serta mereka yang memiliki riwayat gangguan pernapasan, sangat disarankan untuk membatasi aktivitas luar ruangan.
Pihak otoritas kesehatan dan lingkungan juga mengimbau agar masyarakat mengenakan masker pelindung dan memperhatikan kondisi tubuh secara berkala.
Baca Juga: Hujan Guyur Seluruh Wilayah Jakarta, Warga Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem
“Ketika AQI berada di atas 150, maka kualitas udara sudah tidak lagi aman untuk dihirup terus-menerus, terutama bagi kelompok yang lebih sensitif,” ujar salah seorang petugas dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
Kondisi buruk ini disebabkan oleh meningkatnya polusi udara yang berasal dari emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, serta minimnya ruang hijau sebagai penyeimbang ekosistem perkotaan. Cuaca yang cenderung kering dan minim hujan dalam beberapa hari terakhir turut memperburuk situasi.
Sejumlah aktivis lingkungan menyerukan agar pemerintah segera mengambil langkah konkret dalam menanggulangi pencemaran udara. Di antaranya dengan mempercepat transisi kendaraan listrik, memperluas kebijakan ganjil-genap, serta memperbanyak ruang terbuka hijau.
“Udara bersih adalah hak dasar setiap warga negara, dan sudah semestinya menjadi prioritas dalam kebijakan publik,” tegas Fitria Maulidya, pemerhati lingkungan dari Koalisi Langit Biru.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini, Rabu 15 April 2026
Kondisi kualitas udara yang terus memburuk menjadi pengingat serius bahwa upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup tidak bisa ditunda. Udara yang bersih bukan hanya soal kenyamanan, melainkan menyangkut hak hidup sehat seluruh warga. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Kasus Pelecehan Seksual FH UI Tuai Sorotan, Mendiktisaintek Tegaskan Tidak Ada Toleransi
















Mina Indonesia
Mina Arabic