Teheran, MINA – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan bahwa pasukan daratnya melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) terhadap pangkalan militer AS di Kuwait pada Rabu (2/9) dini hari, dengan sasaran markas serta kediaman seorang komandan AS di Pangkalan Udara Ali Al Salem.
Dalam sebuah pernyataan, kantor Humas IRGC menyebutkan bahwa serangan tersebut merupakan balasan atas serangan AS terhadap sebuah rumah hunian di Sirik yang menewaskan empat orang—termasuk seorang anak—dan melukai hampir 70 orang lainnya.
IRGC menyebut serangan AS adalah “kejahatan berat dan pelanggaran hak asasi manusia,” Al-Mayadeen melaporkan.
Menurut pernyataan tersebut, serangan militer AS itu menyasar sebuah perayaan pernikahan pasangan muda Muslim Sunni, mengubah acara tersebut menjadi suasana duka setelah bangunan tempat tinggal itu dibom dan hancur.
Baca Juga: Militer Yaman Klaim Lumpuhkan 1.747 Personel Houthi
IRGC menyatakan bahwa operasi rudal dan drone terhadap pangkalan di Kuwait itu dilakukan secara bersamaan dengan serangan yang menargetkan pangkalan-pangkalan AS di Yordania, Bahrain, dan Erbil.
Pihaknya kemudian mengungkapkan bahwa serangan terhadap Pangkalan Udara Ali Al Salem mengakibatkan tewasnya sejumlah personel AS.
Pernyataan itu lebih lanjut menyebutkan bahwa pasukan IRGC membakar hanggar drone dan landasan persiapan yang digunakan oleh drone-drone yang terlibat dalam serangan, seraya menambahkan bahwa sejumlah drone AS turut hancur. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Suriah Peringatkan Serangan Israel ke Wilayahnya Ancam Keamanan dan Stabilitas Kawasan
















Mina Indonesia
Mina Arabic