Tel Aviv, MINA – Komando Front Dalam Negeri Israel telah mencabut pembatasan pada penduduknya di wilayah sekitar Gaza mulai Rabu (30/5) pukul 6 sore waktu Palestina, menyusul masa tenang sejak pagi.
Sehari sebelumnya, kelompok perlawanan menyerang Israel dengan 100 lebih roket dan mortir ke wilayah pendudukan. Demikian pula militer Israel menyerang Gaza siang dan malam.
Tembakan lintas perbatasan itu membuat otoritas Israel menginstruksikan warganya menghindari kegiatan di luar ruangan.
Meski larangan sudah dicabut, tentara memperingatkan warga Yahudi di Israel selatan tetap dekat dengan tempat perlindungan bom, demikian Times of Israel melaporkan.
Baca Juga: Tentara Israel Mundur dari Kota Lebanon Selatan
Kebijakan itu diambil setelah 12 jam serangan roket dari Jalur Gaza berhenti.
Hamas mengklaim perjanjian gencatan senjata yang ditengahi Mesir telah dicapai dengan Israel, tapi klaim tersebut dibantah Israel sebelumnya pada Rabu.
Namun, seorang pejabat senior pertahanan Israel, yang berbicara dengan syarat anonim, mengindikasikan kepada wartawan bahwa sebuah pemahaman telah dicapai yang menyebutkan, Israel tidak akan melakukan serangan tambahan di Gaza selama tidak ada lagi roket atau tembakan mortir dari sana. (T/RI-1/RS2)
Baca Juga: PBB Adopsi Resolusi Dukung UNRWA dan Gencatan Senjata di Gaza
Mi’raj News Agency (MINA)