Islamabad, MINA— Upaya pembicaraan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad diperkirakan tidak akan berjalan mulus, menyusul adanya potensi gangguan dari pihak Israel.
Mantan dubes Inggris untuk Suriah Peter Ford menilai, Israel kemungkinan akan berusaha menggagalkan kesepakatan tersebut di tengah dinamika kawasan yang masih memanas.
Peter Ford, menyebut Israel hampir pasti akan mencoba menghambat proses damai tersebut. MEMO melaporkan, Sabtu (11/4).
Namun menurutnya, terdapat sejumlah faktor baru yang membuat upaya itu tidak mudah, termasuk sikap Presiden AS Donald Trump yang dinilai tidak mudah dipengaruhi serta posisi Iran yang tidak bisa dipaksa tunduk melalui tekanan militer.
Baca Juga: Jenderal AL Iran Tegaskan Siap Hadapi AS di Selat Hormuz
Ia juga menyoroti bahwa eskalasi di Lebanon menjadi salah satu titik krusial yang berpotensi merusak gencatan senjata. Serangan Israel terhadap target yang dikaitkan dengan Hizbullah disebut dapat memicu ketegangan lanjutan dan menggoyahkan keseimbangan kekuatan baru di kawasan.
Di sisi lain, sejumlah laporan menunjukkan bahwa serangan Israel tetap berlangsung bahkan setelah pengumuman gencatan senjata, termasuk di wilayah Lebanon.
Kondisi ini menimbulkan keraguan atas keberlangsungan kesepakatan damai, terlebih dengan adanya korban jiwa dalam jumlah besar akibat serangan tersebut.
Sementara itu, proses diplomasi antara Washington dan Teheran dimediasi oleh Pakistan saat ini sedang berlangsung. Sejumlah tokoh internasional berharap gencatan senjata ini dapat menjadi langkah awal menuju perdamaian permanen dan penghentian seluruh bentuk kekerasan di kawasan.
Baca Juga: Mantan Kepala CIA: Trump Harus Dicopot dari Jabatannya
Meski demikian, situasi saat ini masih sangat rapuh. Rekam jejak pelanggaran gencatan senjata serta kepentingan geopolitik yang saling bertabrakan membuat potensi eskalasi tetap tinggi, sehingga masa depan perdamaian Iran-AS sangat bergantung pada komitmen semua pihak, termasuk aktor-aktor regional seperti Israel. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Inggris Tolak Bergabung dengan AS untuk Blokade Selat Hormuz, Pilih Jalur Diplomasi
















Mina Indonesia
Mina Arabic