Gaza, MINA – Penjajah Israel terus secara sistematis menghancurkan dan menghalangi sistem pendidikan di Jalur Gaza, 28 bulan setelah dimulainya serangan militer, menurut pernyataan dari Euro-Med Human Rights Monitor yang dikutip Kamis (5/3).
Organisasi hak asasi manusia tersebut menyatakan, tindakan penjajah Israel, termasuk blokade yang sedang berlangsung, penghancuran sekolah dan universitas, serta pembatasan material rekonstruksi, telah mencegah pemulihan pendidikan bagi ratusan ribu siswa.
Euro-Med Monitor melaporkan bahwa lebih dari 780.000 siswa telah kehilangan akses pendidikan reguler selama tiga tahun akademik berturut-turut, sementara sebagian besar pembelajaran yang tersisa berlangsung di bangunan rusak, tenda, atau inisiatif komunitas sementara yang kekurangan standar keselamatan dan pendidikan dasar.
Kelompok tersebut mendokumentasikan terbunuhnya 18.911 siswa sekolah dan 1.362 mahasiswa, serta 794 guru dan 246 dosen selama serangan yang sedang berlangsung. Serangan Israel juga telah membombardir 668 gedung sekolah, menghancurkan total 179 sekolah dan merusak sebagian besar fasilitas pendidikan yang tersisa di seluruh Gaza.
Baca Juga: Israel Klaim Pembunuhan Khamenei Sesuai Hukum Internasional
Menurut Euro-Med Monitor, 95 persen sekolah di Gaza telah rusak, dengan lebih dari 90 persen memerlukan rekonstruksi atau rehabilitasi besar-besaran, sehingga sebagian besar tidak dapat digunakan.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Smotrich Ancam akan Hancurkan Beirut Seperti Khan Younis di Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic