Gaza, MINA – Dua warga sipil Palestina dilaporkan meninggal dan sejumlah lainnya terluka pada Ahad (1/3) malam setelah artileri penjajah Israel membombardir area di utara Gaza. Insiden ini menandai hari ke-141 berturut-turut pelanggaran gencatan senjata yang rapuh.
Sumber medis mengkonfirmasi, dua orang meninggal dan lainnya terluka akibat serangan artileri yang menargetkan area Al-Jarn di kota Jabalia, bagian utara Jalur Gaza.
Pelanggaran Israel terhadap gencatan senjata yang mulai berlaku pada 11 Oktober 2025 terus berlanjut. Penjajah Israel juga mengumumkan penutupan semua penyeberangan menuju Gaza, termasuk Penyeberangan Rafah.
Pada Sabtu (28/2), pasukan Israel melakukan serangan di berbagai area di Jalur Gaza di tengah memburuknya kondisi kemanusiaan, terutama selama bulan suci Ramadhan.
Baca Juga: Israel Klaim Pembunuhan Khamenei Sesuai Hukum Internasional
Kendaraan militer Israel melepaskan tembakan berat ke arah lingkungan timur laut kamp pengungsi Al-Bureij di Gaza tengah. Tembakan artileri dan baku tembak sengit juga dilaporkan terjadi di area barat laut Jalur Gaza. Di selatan Gaza, artileri Israel menargetkan lingkungan timur Kota Khan Yunis.
Sejak kesepakatan gencatan senjata diberlakukan, sekitar 618 warga Palestina meninggal dan 1.663 lainnya terluka akibat pelanggaran Israel yang berkelanjutan, termasuk penembakan dan pemboman.
Secara keseluruhan, perang ini telah menewaskan lebih dari 72.000 orang dan melukai lebih dari 171.000 lainnya, yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, serta menghancurkan 90 persen infrastruktur sipil.[]
Baca Juga: Smotrich Ancam akan Hancurkan Beirut Seperti Khan Younis di Gaza
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic