Gaza, MINA – Warga Jalur Gaza melaksanakan Shalat Jumat (20/2) pertama bulan Ramadhan di tengah puing-puing masjid dan bangunan yang hancur, di bawah kondisi kehidupan yang keras dan kekurangan pasokan makanan.
Sementara itu, pasukan pendudukan Israel terus melanjutkan pemboman dan perobohan bangunan di berbagai wilayah di Gaza pada Ramadhan ini.
Para jamaah berkumpul di sekitar masjid-masjid yang hancur dan menggelar shalat di atas reruntuhannya, mendengarkan khotbah Jumat yang berfokus pada kesabaran dan solidaritas.
Menurut laporan Al Jazeera, Masjid Al-Kanz di Kota Gaza telah menjadi simbol keteguhan para jamaah dari beberapa lingkungan berkumpul untuk melaksanakan shalat. Pemandangan ini mencerminkan kegigihan penduduk untuk mempertahankan praktik keagamaan mereka meskipun dalam kehancuran dan pengepungan.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Shalat Jumat juga berlangsung di masjid-masjid bersejarah yang rusak, termasuk Masjid Al-Omari, serta di area shalat sementara yang didirikan menggunakan tenda dan terpal sebagai pengganti masjid-masjid yang diratakan dengan tanah.
Menurut para pengamat, tingginya antusiasme untuk melaksanakan Shalat Jumat dan Shalat Tarawih selama Ramadan mencerminkan tekad kolektif warga Gaza untuk mempertahankan identitas religius dan spiritual mereka. Hal ini terjadi di tengah tindakan Israel yang membatasi masuknya material konstruksi dan tenda-tenda besar, sehingga mempersulit upaya untuk memulihkan tempat-tempat ibadah.
Kesaksian di lapangan menegaskan bahwa masyarakat Gaza telah terbiasa, setelah setiap putaran eskalasi, untuk merehabilitasi sebagian masjid yang hancur menggunakan cara-cara sederhana agar dapat terus menggelar shalat. Tradisi ini mencerminkan keberlangsungan kehidupan beragama meskipun di bawah berbagai pembatasan.
Kementerian Wakaf dan Urusan Keagamaan di Gaza mengumumkan bahwa pasukan pendudukan Israel telah menghancurkan 1.109 masjid dari total 1.244 masjid di wilayah kantong tersebut, baik secara total maupun sebagian, selama perang terbaru.[]
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic