Al-Quds, MINA – Pasukan intelijen Israel Israel melarang Imam Masjid Al-Aqsha, Syaikh Ekrema Sabri, memasuki wilayah Tepi Barat yang diduduki selama empat bulan.
Menurut putra syaikh, Ammar, Sabri dipanggil ke markas polisi di Yerusalem awal pekan kemarin.
“Otoritas Israel memberikan perintah kepada pengadilan yang untuk melarang dia memasuki Tepi Barat selama empat bulan karena diduga memiliki hubungan dengan organisasi teroris yang membahayakan keamanan Israel’,” kata Ammar, seperti disebutkan Middle East Monitor (MEMO), Jumat (11/5/2018).
Awal bulan ini, otoritas pendudukan Israel juga mengeluarkan larangan perjalanan ke luar negeri satu bulan terhadap Sabri.
Baca Juga: Israel Akui 66 Tentaranya Cedera dalam 24 Jam
Syaikh Sabri mengatakan kepada Pusat Informasi Palestina bahwa larangan itu “menindas, ilegal, dan sewenang-wenang”.
Dia menambahkan bahwa ini adalah perintah kelima yang dikeluarkan terhadap dia dalam beberapa tahun terakhir.
Sabri telah lama menyerukan agar Palestina bangkit untuk melindungi Masjid Al-Aqsha dan berdiri melawan pendudukan.
Imam Al-aqsha Syaikh Sabri pernah datang ke Indonesia dalam agenda Ramadhan 2016 lalu. (T/RS2/B05)
Baca Juga: Menteri Keuangan Israel Serukan Pendudukan Penuh di Gaza Utara
Mi’raj News Agency (MINA)