Gaza, MINA – Tiga warga Palestina meninggal dan enam lainnya luka-luka dalam serangan militer Zionis Israel di Gaza pada Ahad (25/1), menandai pelanggaran baru terhadap perjanjian gencatan senjata 10 Oktober 2025.
Menurut sumber medis, pasukan Israel membunuh dua warga Palestina dalam serangan terpisah, yakni satu di Khan Younis, Gaza selatan dan satu lagi di kawasan Shujaiya-Tuffah, timur Kota Gaza.
Saksi mata juga melaporkan serangan terhadap sebuah gedung milik Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Jabalia, Gaza utara, yang melukai dua warga Palestina.
Korban tewas sebelumnya dilaporkan seorang pria yang ditembak oleh pasukan Israel di lingkungan Tuffah, Gaza timur, setelah mereka membuka tembakan ke tenda-tenda pengungsi.
Baca Juga: UN Women: Perempuan Gaza Hadapi Tragedi Kemanusiaan Terburuk Dunia
Selain itu, sebuah drone Israel menghancurkan menara komunikasi di Jalan Al-Wehda, pusat Kota Gaza, yang melukai empat orang yang kebetulan lewat. Menara tersebut diketahui menampung sejumlah kantor pers.
Otoritas Palestina telah berulang kali menuduh Israel melanggar kesepakatan gencatan senjata yang menghentikan agresi militer dua tahun Tel Aviv, yang telah menewaskan lebih dari 71.000 orang (sebagian besar perempuan dan anak-anak) dan melukai hampir 171.400 orang sejak Oktober 2023.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, setidaknya 484 orang telah tewas dan 1.321 lainnya luka-luka sejak gencatan senjata yang rapuh itu dimulai.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Israel Klaim Pembunuhan Khamenei Sesuai Hukum Internasional
















Mina Indonesia
Mina Arabic