Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Breaking News: Bom Guncang Teheran Sabtu Pagi, Israel Klaim Serangan Awal

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Sabtu, 28 Februari 2026 - 14:47 WIB

Sabtu, 28 Februari 2026 - 14:47 WIB

19 Views ㅤ

Bom guncang Teheran Sabtu pagi (28/2) foto: X)

Teheran, MINA – Ledakan kuat mengguncang ibu kota Iran, Teheran, pada Sabtu (28/2), setelah serangan udara dilancarkan oleh Israel yang didukung pasukan Amerika Serikat (AS).

Ledakan terdengar di berbagai titik kota dan menimbulkan kepulan asap tebal di langit pusat kota, sementara pemerintah Iran belum merilis informasi rinci mengenai penyebab ledakan tersebut. Press TV melaporkan.

Serangan yang terjadi pada pagi waktu setempat itu merupakan bagian dari operasi militer Israel terhadap target di Iran, yang menurut pernyataan militer Israel dilakukan sebagai langkah “pencegahan” untuk menetralisir ancaman terhadap keamanan negara itu.

Laporan awal menyebutkan sirene peringatan berbunyi di seluruh wilayah Israel, menandakan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan serangan balasan.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Pihak berwenang Iran menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei telah dipindahkan ke lokasi aman menjelang atau saat serangan berlangsung, sebagai bagian dari tindakan perlindungan terhadap figur sentral negara.

Belum ada konfirmasi independen mengenai kondisi fasilitas militer atau tokoh penting lainnya pasca-serangan.

Saksi mata di Teheran melaporkan mendengar beberapa ledakan besar yang kemudian diikuti dengan kepulan asap, namun detail mengenai target spesifik serangan masih belum jelas.

Militer Israel hanya menyatakan bahwa operasi tersebut merupakan serangan pendahuluan atas ancaman yang mereka klaim berasal dari sistem militer dan nuklir Iran.

Baca Juga: Militer Yaman Klaim Lumpuhkan 1.747 Personel Houthi

Ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, di tengah perundingan nuklir yang berjalan di Jenewa yang gagal mencapai kesepakatan.

Keberadaan armada dan unit tempur AS di kawasan Teluk Persia juga semakin diperkuat sebagai tekanan diplomatik namun tak sedikit analis menyebutnya sebagai persiapan eskalasi militer.

Peristiwa ini membuka babak baru dalam sejarah konflik Teheran–Tel Aviv–Washington, yang sebelumnya memuncak pada perang udara 12 hari antara Israel dan Iran pada Juni 2025.

Saat itu, serangan yang menarget fasilitas nuklir Iran oleh AS dan Israel memicu balasan rudal Iran ke wilayah Israel dan pangkalan AS di kawasan, menandai periode ketegangan militer panjang antara kekuatan regional dan global. []

Baca Juga: Suriah Peringatkan Serangan Israel ke Wilayahnya Ancam Keamanan dan Stabilitas Kawasan

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda