Gaza, MINA – PBB memperingatkan, Israel terus membatasi masuknya material shelter ke Jalur Gaza, membuat ratusan ribu warga Palestina yang mengungsi rentan terhadap banjir seiring dengan intensitas musim hujan yang meningkat.
Berbicara dalam konferensi pers, yang dikutip, Kamis (5/2), Juru Bicara PBB Stephane Dujarric menyoroti urgensi situasi yang semakin meningkat, dengan mencatat bahwa lebih dari 900 dari 1.500 lokasi di seluruh Gaza berisiko terkena banjir.
“Lokasi-lokasi ini saat ini menampung ratusan ribu orang yang rumahnya telah rusak atau hancur,” ujarnya.
Dujarric mengonfirmasi, delapan lokasi relokasi sementara telah didirikan di Gaza, namun material penting yang dibutuhkan untuk menciptakan tempat berlindung yang memadai masih belum dapat dijangkau oleh badan-badan kemanusiaan.
Baca Juga: Israel Klaim Pembunuhan Khamenei Sesuai Hukum Internasional
“Kami dan mitra kami masih belum memiliki peralatan dan material untuk membuat tempat berlindung yang lebih tahan lama,” kata Dujarric.
Juru bicara PBB merinci barang-barang penting yang dibutuhkan, termasuk peralatan, kayu, dan semen untuk memperbaiki rumah, alat berat untuk membersihkan puing-puing dan menyediakan lebih banyak ruang untuk perumahan yang layak.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Smotrich Ancam akan Hancurkan Beirut Seperti Khan Younis di Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic