SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Istri Tokoh Nasional Abdullah Hehamahua Meninggal Dunia

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:09 WIB

104 Views ㅤ

Istri Abdullah Hehamahua Emma Heryaty binti Arifin (foto: Rasil)

Depok, MINA – Kabar duka menyelimuti keluarga tokoh nasional Abdullah Hehamahua atas berpulangnya sang istri tercinta, Emma Heryaty binti Arifin, pada Jumat (16/10) usia 68 tahun di Rumah Sakit Bhakti Yudha, Depok, Jawa Barat.

Kepergian almarhumah meninggalkan rasa kehilangan yang mendalam, sekaligus menjadi momentum penting bagi mantan Penasihat KPK tersebut untuk mengingatkan umat tentang makna ikhtiar dan tawakal.

Berdasarkan penuturan Abdullah Hehamahua di kediamannya, almarhumah bahkan harus menjalankan aktivitas harian serta ibadah salat dalam posisi duduk hingga berbaring akibat kondisi fisiknya yang terus melemah.

Keluarga telah mengupayakan pertolongan medis secara maksimal, diawali dari pemeriksaan darah di klinik hingga dirujuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit.

Baca Juga: MUI Sesalkan Penundaan Wajib Halal hingga 2028

Meski sempat mendapatkan penanganan darurat dan diupayakan untuk masuk ke ruang perawatan intensif (ICU), kondisi almarhumah kian kritis hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia sebelum kepindahan ruang perawatan sempat terealisasi.

Kepergian almarhumah terasa kian haru karena mendahului sejumlah agenda besar keluarga yang belum sempat terwujud dalam waktu dekat. Di antaranya adalah rencana menunaikan ibadah umrah bersama keluarga serta momen berharga menyaksikan pengukuhan sang anak, yang berprofesi sebagai dosen di Institut Teknologi Bandung (ITB), sebagai profesor pada Desember mendatang.

Di tengah suasana duka tersebut, Abdullah menegaskan pentingnya menyelaraskan antara ikhtiar medis dan kepasrahan diri kepada ketetapan Allah SWT.

Ia berpesan bahwa manusia wajib berjuang mengupayakan kesembuhan semaksimal mungkin, namun harus tetap menyadari dan menerima dengan ikhlas bahwa hasil akhir sepenuhnya berada di bawah kehendak Sang Pencipta.

Baca Juga: Karhutla Belum Berstatus Bencana Nasional, Menko Polkam sebut Indonesia Masih Sanggup

Pengalaman mendampingi sang istri hingga akhir hayat menjadi pengingat mendalam akan keterbatasan manusia di hadapan takdir. Ia mengingatkan bahwa kesehatan bukanlah jaminan mutlak usia seseorang, dan tawakal harus menjadi landasan utama setiap hamba dalam menghadapi setiap ujian kehidupan serta batas waktu yang telah ditentukan-Nya. []

Mi’raj News Agency 9MINA)

Baca Juga: Kiai Cholil Nafis Serukan Boikot Ceramah Alwi Assegaf, Ini Pemicunya

Rekomendasi untuk Anda