Jadi Kasad, Jenderal Andika Diminta Jaga Netralitas

Jakarta, MINA – Presiden Joko Widodo resmi melantik Jenderal TNI Andika Perkasa menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) di Istana Negara, Kamis(22/11).

Sebagai pemimpin TNI AD, pada tahun politik ini ia diharapkan mampu menjaga netralitas dan soliditas TNI/Polri yang merupakan suatu keniscayaan.

“Hal ini harus diantisiapasi dari jauh-jauh hari. Pihak yang dapat mencegah dan menanggulangi ini adalah TNI dan Polri,” kata Pengamat Militer dan Intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati.

Menurutnya, netralitas adalah hal yang harus dilaksanakan secara konsisten dengan berbagai konsekwensinya. Perebutan kekuasaan, akan memunculkan ruang perdebatan yang menjurus pada perang urat syaraf, dimana sedikit kepleset saja bisa terjadi tragedi permusuhan.

“Siapa pun yang terpilih menjadi Kasad, haruslah mampu membangun fisik dan psikis TNI Angkatan Darat dengan baik, dan memperhatikan kesejahteraan, pendidikan akademik dan moral sebagai suatu hal yang penting,” tambahnya.

Ia mengatakan, pembenahan TNI AD harus diutamakan untuk peningkatan kompetensi dan kapasitas prajurit TNI AD, sehingga memiliki kompetensi dan harus mencapai tingkatan setara dengan kompetensi prajurit negara maju.

Kapasitas prajurit TNI AD, lanjutnya, harus mencapai tingkatan intelektual akademik dalam melakukan analisis berbagai operasi militer secara ilmiah.

Andika menggantikan Jenderal Mulyono yang memasuki masa pensiun pada Januari 2019. Dalam pelantikan, Mulyono juga turut hadir.

Pengangkatan Andika tertuang Keputusan Presiden RI Nomor 98/TNI/2018 Tentang Kenaikan Pangkat ke dalam golongan Perwira Tinggi TNI, Letjen TNI Andika Perkasa, dinaikkan pangkatnya satu tingkat lebih tinggi, menjadi Jenderal TNI, terhitung mulai tanggal 22 Nopember 2018.

Jenderal TNI Andika Perkasa merupakan lulusan Akabri 1987. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) pada 22 Oktober 2014. (R/Sj/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)