Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Sampaikan Pernyataan pada Kedubes China Tentang Uighur

Jakarta, MINA – Wadah persatuan Umat Islam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) menggelar Aksi Solidaritas di depan Kedutaan Besar China untuk Indonesia, Jakarta pada Jumat (3/1), untuk merespons tindakan represif Pemerintah China terhadap etnis Uighur di Xinjiang.

Amir Majelis Ukhuwah Pusat Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Bustamin Utje yang memimpin aksi mengatakan, seluruh dunia telah mengetahui telah terjadi kezaliman di China yang membangun camp-camp konsentrasi untuk etnis Uighur.

“Kami dari Jama’ah Muslimin (Hizbullah) hari ini melaksanakan aksi damai di depan Kedubes China dalam rangka membuktikan rasa kepedulian kita kepada muslim Uighur yang hari ini sedang dizolimi di Xinjiang sana,” katanya.

Ia mengatakan, massa meminta Pemerintah China terbuka dan menghentikan apa yang terjadi di Uighur dan mendesak Pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap yang tegas terhadap masalah  tersebut.

Baca Juga:  Ketua MPR Minta Pemerintah tak Terburu-buru Beri Bansos untuk Korban Judi Online

Dalam kesempatan ini   Aksi Solidaritas Bela Muslim Uighur menyampaikan Pernyataan kepada Kedubes China. Berikut poin-poin utama pernyataan itu :

1. Nilai ajaran utama Islam adalah menebar dan mewujudkan kasih sayang kepada seluruh makhluk di semesta raya (rahmatan lil alamin). Pelaksanaan ajaran Islam tidak menimbulkan kerugian dan kerusakan, justru mendapat kebaikan, keselamatan, dan kemuliaan hidup.

2. Menyerukan kepada Pemerintah Tiongkok untuk menghapus diskriminasi terhadap umat Muslim di Tiongkok terutama Etnis Uighur dan menghormati mereka seperti warga negara Etnis Han atau yang lainnya.

3. Pemerintah Tiongkok agar menyampaikan informasi yang sebenarnya tentang Etnis Uighur secara terbuka kepada dunia.

4. Dalam hal perlakuan penuh hormat dan toleransi Pemerintah Tiongkok perlu mencontoh Pemerintah Indonesia bagi warga negaranya terutama kaum minoritas dengan mengayomi dan melindungi.

Baca Juga:  Menlu, DPR Bahas RUU Pertahanan dan Kerja Sama dengan Negara Lain

5. Seruan ini tidak bermaksud mencampuri urusan dalam negeri Pemerintah Tiongkok, namun prinsip yang dianut oleh umat Muslim adalah saling menolong, membela, dan melindungi, sesuai dalam Surat Al Hujurat ayat 10.

Utje mengatakan, lima poin tersebut ada dalam surat pernyataan Jama’ah Muslimin yang telah diterima oleh petugas Kedubes China saat aksi tengah berlangsung.

“Selanjutnya, kita akan terus konsolidasi dan tentu  akan ada langkah-langkah selanjutnya apa yang harus kita lakukan, tapi kita berharap dengan statement yang masuk pada kedutaan besar ini, bisa dipelajari oleh mereka dan bisa mengantar kita untuk berdialog dengan mereka kalau dia ada itikad baik dan ini akan kita tuntut, jadi dalam rangka agar mereka menjelaskan sebenarnya apa yang terjadi di sana itu,” katanya. (L/R7/R6/P1)

Baca Juga:  Imaam Yakhsyallah: Pembebasan Masjid Al-Aqsa, Jalan Persatuan Umat

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: siti aisyah

Editor: Ismet Rauf