Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jelang Pompeo ke Israel, Pejabat AS: Aneksasi Tunggu 1 Juli

Rudi Hendrik - Rabu, 13 Mei 2020 - 08:39 WIB

Rabu, 13 Mei 2020 - 08:39 WIB

11 Views

Warga Israel pendukung aneksasi berbaris di Tepi Barat, selatan Yerusalem pada 27 Februari 2020. (Gershon Elinson / Flash90)

Washington, MINA – Menjelang perjalanan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) ke Israel, seorang pejabat senior AS mengindikasikan bahwa Israel dapat mempertimbangkan menunda menganeksasi bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki, menurut laporan media berbahasa Ibrani, Selasa (12/5).

Pejabat yang berbicara kepada Channel 13 dengan syarat anonim itu menyebut tanggal 1 Juli.

Pejabat itu mengatakan, pesan tersebut telah disampaikan kepada para pejabat Israel, demikian dikutip dari Times of Israel.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dijadwalkan mengunjungi Israel hari Rabu dan diperkirakan salah satunya akan membahas aneksasi di antara topik-topik lainnya, dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan yang akan datang, Benny Gantz.

Baca Juga: Warga Paris Gelar Aksi Peringatan Hari Solidaritas Internasional untuk Palestina

Menurut perjanjian koalisi antara Netanyahu dan Gantz yang membentuk pemerintah pembagian kekuasaan, undang-undang tentang penyelesaian permukiman dan Lembah Yordan sejalan dengan “rencana perdamaian” pemerintahan Donald Trump yang hanya dapat dimulai pada 1 Juli.

Pemerintah koalisi Israel akan diambil sumpahnya pada Kamis (14/5).

Sebuah tim gabungan Israel-AS telah dibentuk untuk membatasi perbatasan dalam langkah aneksasi, meskipun pekerjaannya diperlambat oleh pandemi virus corona.

David Schenker, Kepala Biro Urusan Timur Dekat di Departemen Luar Negeri AS, pekan lalu mengatakan, komite pemetaan belum menyelesaikan tugasnya.

Baca Juga: UNICEF Laporkan Lebih dari 9.000 Kasus Malnutrisi Akut pada Anak-Anak Gaza

Pejabat itu mengatakan kepada Channel 13 bahwa pemerintahan Trump tidak cukup siap untuk berurusan dengan pencaplokan karena sedang mengatasi wabah virus corona dan masalah lainnya. (T/RI-1/RS2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Swiss Evakuasi 13 Anak Gaza yang Terluka dalam Operasi Kemanusiaan Tahap Dua

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Palestina
Palestina
Palestina