Jelang Ramadhan Kemendag Pastikan Stok Beras Cukup

Jakarta, MINA – Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Suhanto memastikan stok beras dan bahan pokok nasional mencukupi untuk menjelang Ramadhan.

“Saat ini untuk stok beras masih cukup tersedia, karena yang dikuasai bulog saja adalah 1,5 juta ton. Sementara masih banyak yag dikuasai oleh para pedagang, petani dan masyarakat, kita pastikan untuk beras aman,” kata Suhanto pada Rabu (25/3), Jakarta.

Jadi kami yakinkan untuk ketersediaan beras cukup,” ujarnya, demikian keterangan yang diterima MINA.

Selain itu, stok beras akan bertambah dikarenakan pada akhir bulan Maret dan April 2020 sebagian petani pun akan melakukan panen.

Ia mengakui bahwa untuk stok gula saat ini mulai agak berkurang. Namun, pemerintah terus melakukan pasokan gula untuk menambah stok ketersediaan.

“Akhir bulan ini, impor yang sudah kami berikan akan masuk sebanyak 216.000 ton. Akan ditambah ijin impor yang baru kami lakukan yaitu 550 ribu ton,” jelasnya.

Ia menjelaskan, untuk kebutuhan nasional selama satu bulan itu hanya memerlukan 229 ribu ton. Dengan adanya tambahan pasokan tersebut, maka kebutuhan gula akan terpenuhi hingga bulan Juni 2020.

Selain itu, dalam rangka mempercepat pasokan gula dalam negeri, akan dilakukan pengubahan gula rafinasi sebanyak 250 ribu ton diolah menjadi gula kristal putih.

“Perlu kami sampaikan gula rafinasi ini posisinya sudah berada di pabrik- pabrik gula di Indonesia. Artinya tidak memerlukan waktu memasukan barang ke Indonesia,” ujarnya.

Saat ini sedang dilakukan penugasan kepada beberapa produsen untuk merubah gula rafinasi menjadi gula putih kristal yang standar dikonsumsi oleh masyrakat.

“Menurut informasi dari para pelaku usaha, untuk mengubah gula itu hanya membutuhkan waktu antara tiga sampai tujuan hari,” katanya.

Sehingga diharapkan diakhir bulan ini stok gula nasional benar- benar tercukupi untuk bulan April hingga Juni.

Ia berharap agar masyarakat tak perlu panik dengan melakukan pembelian bahan pokok yang berlebihan. Ia juga menghimbau bagi masyrakat yang ingin membeli bahan pokok di pasar atau supermerket bisa tetap mematuhi anjuran protokol kesehatan. (R/SSH/R8/R1)

Mi’raj News Agancy (MINA)