Jepang Bantu Peralatan Nelayan Yaman

Aden, MINA – Pemerintah Jepang merencanakan mengirim bantuan 100 perahu, 100 mesin perahu, 500 jaring ikan dan 500 perangkat GPS yang akan didistribusikan secara merata untuk para nelayan di Aden dan Mukalla, Yaman.

Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) dan mitra lokalnya Yayasan Pengembangan Kepemimpinan Pemuda (YLDF), mengapresiasi bantuan tersebut, setelah mengirimkan perahu dan mesin penangkap ikan tahap pertama kepada para nelayan di Mukalla, Yaman. Reliefweb melaporkan, Selasa (11/1).

Pengiriman barang tahap berikutnya diharapkan akhir bulan Januari di Aden.

Konflik telah mempengaruhi lebih dari 70 persen nelayan yang menjadi tulang punggung sektor perikanan.

Melalui proyek Membangun Kembali Mata Pencaharian dan Kapasitas Rumah Tangga Perikanan Skala Kecil yang Terkena Dampak Konflik di Aden dan Hadramout (RELACC), produksi perikanan di Aden dan Mukalla diharapkan berubah menjadi lebih baik.

Distribusi bantuan akan membantu nelayan memenuhi permintaan dan pasokan pasar dengan meningkatkan produksi dan tingkat tangkapan mereka.

Dilengkapi dengan cooling storage untuk hasil tangkapan nelayan, kapal juga akan membantu mengatasi masalah cold storage di tingkat produksi.

Pada bulan Desember 2021, UNDP dan YLDF mendistribusikan 500 hibah keuangan masing-masing senilai US$950 yang diberikan kepada 250 nelayan di Aden dan Mukalla.

Hibah dari Jepang disertai dengan proyek pelatihan bagi 1.000 warga Yaman belajar memperbaiki aset perikanan seperti perahu, mesin perahu, dan jaring ikan, serta membangun keterampilan kewirausahaan.

“Ketika saya pertama kali melihat proyek ini diiklankan, saya tahu bahwa saya dapat membantu kakek saya membuat kail. Pelatihan dan hibah memungkinkan saya membuat berbagai jenis kail dan menjualnya kepada para nelayan yang membutuhkan,” kata Hanan (30 th) seorang warga dari Hadramout.

Proyek ini juga telah mendorong partisipasi perempuan dalam perikanan, dengan partisipasi 30 persen dari kalangan mereka, berfokus pada pengolahan limbah ikan menjadi pupuk, produksi garam dan pengemasan, budidaya ikan, penjualan ikan kering, toko peralatan memancing, dan pemeliharaan peralatan penangkapan ikan.

UNDP dan YLDF bekerja sama dengan General Fisheries Authority (GFA) dan Kementerian Pertanian, Irigasi dan Kekayaan Perikanan di Aden dan Hadramout dengan dukungan penuh untuk mengimplementasikan proyek RELACC.

Proyek ini menargetkan wilayah barat Hadramout (Mukalla, Sapu, Maifa’a, Shuhair) dan wilayah timur: (Shahr, Al Hami, Ad Dees Asharqia, Arraida dan Qusaiar). Sedangkan di Aden menargetkan distrik Buraiqa, Mualla, Kawah, Di Tawahi dan Kormaksar. (T/RS2/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)