Berlin, MINA — Pemerintah Jerman menegaskan bahwa warga Palestina harus memiliki suara dan peran aktif dalam setiap rencana Amerika Serikat (AS) untuk membangun kembali Gaza yang hancur akibat agresi Zionis Israel berkepanjangan.
Pernyataan ini disampaikan menyusul dipaparkannya rencana rekonstruksi Gaza oleh AS di Davos, Swiss, melansir A News, Sabtu (24/1).
Wakil Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, Josef Hinterseher mengatakan bahwa warga Palestina di Gaza harus terus dilibatkan secara aktif dalam semua rencana rekonstruksi, dan hak-hak mereka harus dijunjung tinggi.
“Penduduk Palestina di Gaza harus terus dilibatkan secara aktif dalam semua rencana dan hak-hak mereka harus dihormati,” ujarnya kepada wartawan di Berlin.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Hinterseher merujuk pada presentasi yang disampaikan oleh menantu Presiden AS, Jared Kushner, saat peresmian Dewan Perdamaian (Board of Peace) di Forum Ekonomi Dunia di Davos, yang memuat gambaran transformasi Gaza baru dengan gedung tinggi, kawasan pesisir wisata, dan area perumahan, pertanian serta industri.
Pemerintah Jerman juga menyambut baik pengumuman AS tentang rencana konferensi rekonstruksi Gaza yang akan segera digelar, menyebutnya sebagai “sinyal penting” bagi upaya pemulihan wilayah yang rusak parah.
Selain itu, pemerintah Jerman menegaskan garis merah dalam proses pembangunan kembali Gaza, termasuk menolak aneksasi wilayah dan menekankan fokus pada kepentingan dan kebutuhan penduduk lokal. Mengutip Anadolu Agency.
Penegasan Jerman ini muncul di tengah upaya internasional yang lebih luas untuk mengakhiri agresi militer Israel di Gaza dan memulai fase baru rekonstruksi setelah gencatan senjata yang menghentikan genosida yang telah menewaskan puluhan ribu warga sipil.[]
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic