Johor Kembangkan Taman Halal Terkemuka Di Dunia

Mohd Noor (kanan) briefing media pWan Amir Jeffrey terlihat pada.
Mohd Noor (kanan) saat briefing bersama media di Johor tentang rencana JHP. terlihat Wan Amir Jeffrey (Kiri).

Johor, 4 Jumadil Awwal 1437/ 12 Februari 2016 (MINA) – Persatuan Pertanahan Malaysia Bhd (UMLand) ingin mempromosikan dan mengembangkan Johor Halal Park (JHP) sebagai taman halal berbasis herbal hayati yang terkemuka di dunia.

CEO JHP Mohd Noor Abdul Salam mengatakan lokasi taman hala itu berada  di Pintu Barat Kawasan Pengembangan Iskandar Malaysia.

Dia mengatakan Iskandar Malaysia yang lokasinya berdekatan dengan negara tetangga Singapura, merupakan pusat perdagangan dan keuangan internasional, akan menjadi salah satu nilai jual yang kuat untuk menarik investor dari seluruh dunia guna mewujudkan taman halal tersebut.

“Kami telah menerima minat yang kuat dari perusahaan di Cina, Jepang, Korea Selatan, Taiwan dan Singapura untuk mengatur kegiatan usaha mereka di taman ini,” kata Mohd Noor dalam media briefing, sebagaimana laporan The Star Online Community yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Jumat (12/2).

Taman halal yang berstatus hak milik itu merupakan proyek patungan antara UMLand dengan perusahaan  yang terkait dengan Pemerintah Johor, Johor Biotechnology & Biodiversity Corporation (J-Biotech).

Proyek taman halal yang memiliki luas 141.63 hektar itu terletak di Cahaya Baru dekat Pasir Gudang dengan nilai pengembangan kotor 1,5 miliar Ringgit Malaysia untuk dikembangkan selama lima sampai tujuh tahun ke depan.

Komponen di taman merupakan pemasaran regional dan pusat pertukaran (RMCH), kemasan terpadu, pergudangan dan logistik (IPWL),  fasilitas laboratorium serta inkubator ilmiah dan standar halal internasional.

Mohd Noor mengatakan pada tahap pertama proyek yang berada di lahan seluas 20.23 hektar itu berjalan dengan baik dan diharapkan akan selesai pada akhir tahun ini, sementara tahap kedua meliputi 80.93 hektar akan segera dimulai pada 2018.

Dia mengatakan untuk tahap ketiga dengan luas 40,46 hektar akan mulai pada 2017 dengan tanggal penyelesaian pada tahun 2020.

Dia menambahkan bahwa taman halal itu meliputi kawasan industri tertutup seluas 80,93 hektar, kawasan komersial (40,46 hektar), RMCH (12,14 hektar) dan hub pengolahan hayati (8,09 hektar).

“Bahkan, kami akan menjadi tuan rumah delegasi bisnis dari Cina pekan depan untuk kunjungan tempat dan kami yakin ini menarik perusahaan Cina untuk mendirikan operasi pada taman,” ujarnya.

Sementara itu, CEO J-Biotech Wan Amir Jeffrey Wan Abdul Majid mengatakan bahwa Johor memiliki ekosistem yang tepat untuk mewujudkan pusat hayati halal terkemuka di dunia.

Dia mengatakan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan di pemerintahan agar Johor mewujudkan status itu.

“Sebagai produsen makanan utama di negara tersebut, Johor memiliki keuntungan tambahan menjadi pusat halal terkemuka dibandingkan dengan negara-negara lain di Malaysia,” tambah Wan Amir Jeffrey.

Dia mengatakan untuk tahap proyek, JHP akan melihat perusahaan yang memproduksi makanan halal dan minuman berdasarkan pada prinsip-prinsip Islam untuk pasar domestik dan ekspor.

Wan Amir Jeffrey mengatakan juga tidak menampik kemungkinan menarik produsen memproduksi kosmetik nabati termasuk yang dibuat dari minyak sawit serta produk kesehatan berbasis herbal.

“Industri halal adalah bisnis besar dengan permintaan di seluruh dunia untuk produk konsumen halal senilai US $ 2,5 triliun,”ujar Wan Amir Jeffrey.

“Kontribusi Malaysia hanya sekitar US $ 12 miliar,” lanjutnya. (L/P007/R05)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)