Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kader IPM Lamongan Jadi Duta Perdamaian Internasional

Syauqi S - Kamis, 11 Januari 2018 - 22:19 WIB

Kamis, 11 Januari 2018 - 22:19 WIB

91 Views ㅤ

Muhammadiyah.or.id

(Foto: Muhammadiyah)

Lamongan, MINA – Ketua Bidang Ipmawati Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Lamongan, Lilis Badriyah, mendapatkan kehormatan ditunjuk sebagai duta perdamaian perempuan mewakili Kabupaten Lamongan dalam acara Bilateral Meetings and Roundtable Discussion on Preventing Violent Extremism from the perspective of the Girl Ambassadors for Peace from Lamongan and Poso pada 11-12 Januari 2018 di Jakarta.

Ketika dihubungi pada Kamis (11/1), Lilis merasa mendapatkan kehormatan yang tinggi dapat menjadi duta perdamaian. Salah satu tugasnya adalah menjelaskan kepada dunia nasional dan internasional bahwa Lamongan telah menjadi kota yang damai, tenang dan tentram dari segala bentuk kekerasan dan terorisme.

“Saya sangat berterima kasih kepada IPM Lamongan, amanah dan pelajaran berharga ini akan saya laksanakan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya kepada Muhammadiyah.or.id.

Bersama lima duta perempuan muda lainnya, Lilis mendapatkan pesan langsung dari Bupati Lamongan, Fadeli.  “Bawa nama Lamongan dengan baik di kancah nasional dan internasional,  jadilah duta terbaik untuk perdamaian,” ucap Fadeli ketika ditemui pada Selasa (9/1).

Baca Juga: MER-C Fasilitasi Keberangkatan 10 Santri Papua ke Pesantren Balekambang Jepara

Fadeli menambahkan, Lamongan dan Poso adalah dua kota yang menjadi sarang teroris karena di kedua tempat tersebut banyak ditemukan teroris yang sering membuat risau masyarakat. Tapi lambat laun stigma buruk tersebut perlahan sirna seiring munculnya gerakan-gerakan perdamaian terutama anti radikalisme muncul dari dua kota tersebut, salah satunya melalui duta perdamaian ini.

Fadeli menyampaikan sebagai generasi muda jadilah motor penggerak perdamaian untuk Indonesia, dan Lamongan khususnya.

“Sebagai generasi muda, mereka harus mampu bisa menjadi tulang punggung masyarakat terutama menjadi motor penggerak perdamaian. Lamongan harus menjadi suatu wilayah yang memiliki rasa toleransi tinggi terhadap orang dan golongan lain karena perbedaan adalah rahmat bagi manusia,” pungkas Fadeli didampingi Kepala Dinas Pendidikan Lamongan dan Wakil Bupati Lamongan. (T/R11/R01)

 

Baca Juga: Berkunjung ke UEA, Jokowi Terima Penghargaan Order of Zayed

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Indonesia
Khutbah Jumat
Internasional
MINA Sport