Kajian Surah Al-Mumtahanah Ayat 10-11 Tentang Toleransi

(Oleh: Imaam Muslimin KH Yakhsyallah Mansur)

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا جَآءَكُمُ ٱلْمُؤْمِنَٰتُ مُهَٰجِرَٰتٍ فَٱمْتَحِنُوهُنَّ ۖ ٱللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَٰنِهِنَّ ۖ فَإِنْ عَلِمْتُمُوهُنَّ مُؤْمِنَٰتٍ فَلَا تَرْجِعُوهُنَّ إِلَى ٱلْكُفَّارِ ۖ لَا هُنَّ حِلٌّ لَّهُمْ وَلَا هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ ۖ وَءَاتُوهُم مَّآ أَنفَقُوا۟ ۚ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ أَن تَنكِحُوهُنَّ إِذَآ ءَاتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ ۚ وَلَا تُمْسِكُوا۟ بِعِصَمِ ٱلْكَوَافِرِ وَسْـَٔلُوا۟ مَآ أَنفَقْتُمْ وَلْيَسْـَٔلُوا۟ مَآ أَنفَقُوا۟ ۚ ذَٰلِكُمْ حُكْمُ ٱللَّهِ ۖ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ ۚ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Terjemaah:

Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka; maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir.

Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka. Dan berikanlah kepada (suami suami) mereka, mahar yang telah mereka bayar. Dan tiada dosa atasmu mengawini mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya.

Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir; dan hendaklah kamu minta mahar yang telah kamu bayar; dan hendaklah mereka meminta mahar yang telah mereka bayar. Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (Surah Al-Mumtahanah :10)

وَإِنْ فَاتَكُمْ شَيْءٌ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ إِلَى الْكُفَّارِ فَعَاقَبْتُمْ فَآتُوا الَّذِينَ ذَهَبَتْ أَزْوَاجُهُمْ مِثْلَ مَا أَنْفَقُوا

Terjemah;

Dan jika seseorang dari istri-istrimu lari kepada orang-orang kafir, lalu kamu mengalahkan mereka, maka bayarkanlah kepada orang-orang yang lari istrinya itu mahar sebanyak yang telah mereka bayar. (Surah Al-Mumtahanah: 11)

Penjelasan;

Melanjutkan penjelasan Surah Al-Mumtahanah Ayat 10-11;

Bagaimana ayat tersebut menerangkan bahwasannya hubungan umat Islam kepada diluar Islam di dalam Al-Quran dijelaskan secara rinci. Namun perlu diketahui landasan Quran dalam mengajarkan umat soal toleransi adalah berlandaskan kasih sayang, dan itu sekarang dianggapnya sebagai ajaran non-Islam padahal berkasih sayang berasal dari ajaran Islam. Seperti halnya juga bertoleransi kepada sesama non muslim harus dilandasi dengan niat berbuat baik.

Sejak awal perkembangan Islam, Allah menjelaskan hubungan umat Islam kepada non-muslim, pada kisah Rasulullah dipertemuan oleh pendeta Yahudi Bukhoira. Dialah yang menjelaskan kepada Abu Thalib paman Nabi Muhammad untuk mintanya selalu menjaganya karena ancaman dari orang-orang Quraisy.

Orang Yahudi mengenal Nabi melebihi mengenal keluarganya. Setelah itu diangkat sebagai Nabi oleh Allah jadi inilah indahnya kehidupan, tidak ada suatu agama yang mengajarkan indahnya hubungan antar umat beragama, kecuali Islam yang bersumber dari Al-Quran.

Ketika Nabi Muhammad diangkat Rasul pun, beliau bertemu dengan  orang-orang yang tidak beragama bagaimana. Rasul berbuat baik kepada mereka. Kemudian di Madinah Rasul bertemu dengan komunitas Yahudi yang mempunyai kekuatan di jazirah Arab, konsentrasi kaum Yahudi melakukan hijrah ke Madinah dalam rangka menyambut  kehadiran Nabi yang disebutkan dalam kitab Taurat mereka.

Sebagian lagi kaum Yahudi yang melakukan exodus dari Suriah ke Madinah setelah mereka membaca dalam kitab Taurat, bahwasanya Nabi ini dilahirkan di Mekkah dan nanti akan hijrah ke Madinah.

Jadi, 100 tahun mereka melakukan exodus dari Suriah  ke Madinah yang dahulu namanya Yastrib adalah keturunan Nabi Nuh yang telah selamat dari banjir bandang. Kaum Yahudi pindah ke Madinah dengan dua tujuan ingin mengikuti Nabi terakhirnya, dan ini dibuktikan oleh Husen bin Salam yang merupakan tokoh Yahudi yang paling hebat di Madinah, kemudian ia masuk Islam setalah itu Rasul mengganti namanya menjadi Abdullah bin Salam.

Tetapi sebagian lainnya dari orang Yahudi datang ke Madinah untuk merencanakan melakukan pembunuhan terhadap Nabi Muhammad, sebab alasan mereka (Yahudi) kenapa bukan keturunan dari kaum Yahudi (menjadi Nabi), tetapi malah keturunan Nabi Ismail AS. Allah menjelaskan secara rinci kehidupan muslimin di Madinah yang puncaknya ada dalam Surah Al-Hasyr, kemudian Yahudi jadi terusir dari Madinah.

(A/R03)

Mi’raj News Agency (MINA)