Kamboja Seriusi Pengembangan Sektor Halal

Salah satu restoran halal di Phnom Penh, Ibukota Kamboja.(Foto: Istimewa)

Phnom Penh, MINA – Kamboja memperlakukan sektor halal dengan serius karena meluncurkan sertifikasi halal untuk bisnis makanan di bawah aturan keamanan pangan yang ketat. Sebanyak 39 dari sekitar 60 perusahaan pelamar menerima sertifikasi halal setelah dilakukan inspeksi resmi.

“Perusahaan harus ingat bahwa jika mereka ingin memiliki sertifikat mereka harus memastikan makanan mereka disiapkan dengan mengikuti standar halal,” kata seorang pejabat promosi perdagangan Kementerian Perdagangan Kamboja yang tidak mau disebutkan namanya kepada Khmer Times sebagaimana dikutip dari HalalFocus, Rabu (29/5).

Sebelum mendapatkan sertifikat halal, perusahaan yang mengajukan aplikasi harus melalui inspeksi oleh pejabat di bawah Komite Pengarah Halal Kamboja. Komite sendiri dipantau oleh Kementerian Perdagangan Kamboja.

Pejabat itu mencatat bahwa lebih banyak aplikasi telah diajukan selama beberapa bulan terakhir. Kementerian mengharapkan untuk mendapatkan lebih banyak di tahun-tahun mendatang karena pemerintah bertujuan guna meningkatkan sektor halal.

Tujuan utamanya adalah untuk menarik wisatawan Timur Tengah untuk mengunjungi tujuan wisata Kamboja. Kementerian Pariwisata Kamboja mengatakan pekan lalu, mereka ingin meningkatkan produk yang didedikasikan untuk wisatawan Timur Tengah.

Sejauh ini, Kampong Cham, Battambang, dan Kampot telah mengajukan aplikasi sertifikasi halal dengan jumlah terbanyak. Proses aplikasi akan memakan waktu hingga satu bulan sebelum petugas beralih ke langkah berikutnya, yang merupakan alur pemeriksaan pada atahap akhirnya.

Setelah bisnis makanan disetujui oleh pejabat, Komite kemudian akan mempersiapkan pembagian sertifikat halal secara terbuka. Perusahaan yang diberikan sertifikat diharapkan dapat mematuhi ketentuan yang diberikan oleh komite Halal.

Tampaknya upaya Kamboja dalam menarik pengunjung dari Timur Tengah menuai hasilnya. Pada kuartal pertama, sekitar 1.780 turis Timur Tengah mengunjungi negara itu. Jumlah tersebut menyumbang kenaikan 40 persen setiap kuartal.

Juru bicara kementerian, Top Sopheak, mengatakan pemerintah mengharapkan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan Timur Tengah dengan meningkatkan sektor halal dan mendorong lebih banyak perusahaan mematuhi standar halal untuk melakukan sertifikasi.

Pekan lalu, Kementerian Pariwisata mendesak segmen industri makanan dan sektor lainnya guna mengeksplorasi peluang yang dibuka oleh komunitas Muslim di seluruh dunia. Kementerian itu mengatakan yakin akan potensi Kamboja sebagai penyedia produk halal.

Sebagai bagian dari upaya yang membutuhkan konsumen Muslim, kementerian mengatakan berkomitmen untuk mempromosikan sektor Halal Kamboja di Timur Tengah.

Sementara Kamboja akan terus menyediakan produk-produk berkualitas tinggi untuk pasar pariwisata terbesarnya, Cina, negara itu bertujuan untuk memiliki target yang lebih beragam. Dalam jangka panjang, pemerintah ingin memperluas produk dan layanan pariwisata untuk wisatawan dari Uni Eropa.(T/R01/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)