YAMAN-300x184.jpg" alt="Ilustrasi. Kelompok bersenjata di Yaman. (Foto: Reuters)" width="300" height="184" /> Ilustrasi. Kelompok bersenjata di Yaman. (Foto: Reuters)
Paris, 6 Jumadil Awwal 1436/25 Februari 2015 (MINA) – Sejumlah pria bersenjata menculik seorang wanita Perancis dan sopir Yaman-nya di pusat ibukota, Sanaa, Selasa pagi.
Sumber keamanan dan Kementerian Luar Negeri Perancis mengatakan, Selasa (24/2), ketika diculik, warganya tersebut sedang berangkat bekerja, sementara sopirnya tidak diketahui keberadaannya, Al-Jazeera melaporkan yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).
Orang-orang bersenjata tak dikenal mencegat kendaraan wanita Perancis (30) di jalan dan membawanya. Dia bekerja untuk sebuah perusahaan konsultan pada proyek yang didanai Bank Dunia.
“Kami mendesak semua rekan-rekan kami untuk meninggalkan negara itu secepat mungkin,” kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Perancis.
Baca Juga: Pemerintah Suriah Desak Dunia Internasional Hentikan Serangan Israel
Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan, pemerintah berusaha untuk menemukannya dan menyerukan pembebasannya sesegera mungkin.
Penculikan biasa terjadi di Yaman, sebuah negara dengan 25 juta penduduk, di mana kelompok suku yang tidak puas dengan pemerintah sering menculik warga asing untuk memaksa pemerintah membebaskan saudara mereka yang dipenjara.
Di negara ini juga berdiam salah satu cabang Al-Qaeda yang paling aktif, juga menargetkan orang asing.
Yaman mengalami kekacauan sejak oposisi bersenjata Houthi menguasai ibukota pada September 2014. (T/P001/R05)
Baca Juga: Sembilan Warga Sipil Syahid oleh Serangan Udara Israel di Suriah
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
Baca Juga: PBB Sambut Baik Pemerintahan Baru Suriah