Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemenag, MWL Sepakati Sinergi Penguatan Kerukunan dan Pemberdayaan Umat

Hasanatun Aliyah Editor : Rudi Hendrik - Sabtu, 6 Desember 2025 - 21:58 WIB

Sabtu, 6 Desember 2025 - 21:58 WIB

25 Views

Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin dan Direktur Muslim World League Abdulrahman Al-Khayyat (foto: Kemenag)
Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin dan Direktur Muslim World League Abdulrahman Al-Khayyat (foto: Kemenag)

Jakarta, MINA – Kementerian Agama (Kemenag) RI dan Muslim World League (MWL) sepakat menjalin kerja sama dalam penguatan kerukunan dan pemberdayaan umat.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin dan Direktur Muslim World League Abdulrahman Al-Khayyat.

Penandatanganan berlangsung dalam Dialog Kerukunan Lintas Umat Beragama yang digelar di Aula HM Rasjidi, Jakarta, Sabtu (6/12). MWL merupakan organisasi kemasyarakatan asing yang berbasis di Makkah, Arab Saudi, yang bergerak di bidang kemanusiaan, keagamaan, dan sosial.

Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin menegaskan bahwa kerukunan dan kedamaian merupakan dambaan seluruh umat manusia sejak awal peradaban. Ia menyebut, kerukunan tidak hanya menjadi kebutuhan spiritual, tetapi juga menjadi pilar penting bagi terwujudnya masyarakat yang berkeadaban dan berkeadilan.

Baca Juga: Anies Baswedan Desak Indonesia Keluar dari BoP Bentukan Trump

“Tanpa kerukunan, tidak ada ruang bagi pembangunan, kemajuan, ataupun masa depan yang aman bagi generasi berikutnya,” ujar Kamaruddin Amin.

Ia juga menyoroti peran Indonesia yang kerap disebut sebagai mercusuar kerukunan dunia. Dengan keragaman yang mencakup lebih dari 1.340 suku bangsa, Indonesia justru mampu menjadikan perbedaan sebagai sumber kekuatan, bukan perpecahan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal MWL Syekh Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa menyampaikan bahwa sebagai organisasi nirlaba, non-sektarian, dan non-politik, MWL memiliki komitmen kuat untuk bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dalam mendukung pemberdayaan keagamaan, sosial, dan ekonomi masyarakat.

“Baru saja kita menyaksikan penandatanganan MoU untuk penguatan umat antara kedua pihak. Dialog-dialog lintas iman seperti ini serta pemberdayaan akan terus kita lakukan bersama,” ujarnya.

Baca Juga: Harga Jual Emas Hari Ini, Jumat 6 Maret 2026

Dalam MoU tersebut, ruang lingkup kerja sama meliputi pemberian dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia di bidang keagamaan, termasuk bagi anak-anak, perempuan, dan keluarga. Selain itu, kerja sama juga mencakup dukungan pembangunan fasilitas serta program keagamaan, sosial, pendidikan, ekonomi, dan kesehatan.

Kerja sama ini juga mencakup penyediaan bantuan bagi korban bencana alam yang akan dikoordinasikan dengan lembaga terkait, serta dukungan dalam pengembangan wakaf produktif.

Program kerja sama strategis ini direncanakan akan diimplementasikan di delapan provinsi, yakni Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan.

Menutup sambutannya, Kamaruddin Amin mengajak seluruh pihak untuk menjadikan kerja sama ini sebagai ikhtiar bersama dalam memperkuat kerukunan, memperdalam persaudaraan, serta memperluas kerja sama demi terwujudnya perdamaian, baik bagi Indonesia maupun dunia.[]

Baca Juga: [Bedah Berita MINA] Serangan Gabungan AS–Israel ke Iran, Apa Dampaknya?

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Indonesia
Indonesia
Indonesia
Indonesia