Kemenag Tetapkan Lima Pemenang Akademi Madrasah Digital 2020

Jakarta, MINA – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Ditjen Pendis Kemenag) telah menetapkan lima pemenang Akademi Madrasah Digital 2020 (AMD).

Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nizar , Kemenag menginisiasi program Akademi Madrasah Digital guna membuat siswa semakin fasih dengan teknologi. Demikian keterangan yang diterima MINA Ahad, (7/2).

“Program ini diharapkan mampu mencetak generasi unggul yang siap menghadapi era revolusi industri 4.0, serta menguasai teknologi informasi khususnya IOT dan Big Data,” harapnya.

Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ditjen Pendis Kemenag, Umar mengatakan, program ini merupakan salah satu bentuk respon untuk melakukan proses transformasi digital di madrasah.

“Anak-anak madrasah sudah tidak asing dengan hal-hal yang berbau teknologi, kita tinggal memberikan polesan melalui wadah yang dapat membuat mereka semakin fasih dengan teknologi,” ujarnya.

Ia berharap, program ini dapat membentuk talenta muda madrasah yang berjiwa entrepreneur dan mampu menciptakan start up bermodalkan inovasi dan kreatifitas di masa mendatang.

“Program AMD diharapkan tidak hanya melahirkan insan yang menguasai teknologi saja, tetapi juga memiliki moral agama yang unggul,” ujar Feby Sallyanto selaku Chief Enterprise & SME Officer PT XL Axiata.

Adapun lima finalis dengan inovasi terbaik yang telah dinobatkan sebagai pemenang berdasarkan kategori sebagai berikut: Pertama, The Top Contender: Medigate (MAN 2 Kudus) dan E-CLEAR (MAN 2 Nganjuk). Kedua, The Most Applicable: AQUIOTS (MA Darussalam Ngesong, Jombang). Ketiga, The Most Marketable: MushTech (MAN 2 Majalengka). Keempat, The Most Innovative: Skyrone (MAN Insan Cendekia Tanah Laut, Kalimantan Selatan).

AMD 2020 merupakan program sinergi dari Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah dengan XL Axiata. (R/SH/RS1)

Mi’raj News Agency (MINA)