Penghargaan Kemendikbud untuk DD Atas Program Pendidikan Literasi

Makassar, MINA – Memperingati  Hari Aksara Internasiona (HAI), Ahad (8/9), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, memberikan penghargaan kepada Dompet Dhuafa (DD) atas kinerja program pendidikan literasi sekolah dan masyarakat baik formal non formal di Makassar, Sulawesi Selatan.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Mendibud Muhadjir Effendy dalam rangkaian Acara HAI yang di berlangsung dari tanggal 5-8/9 di Makassar.

Sebelumnya pihak kementrian sudah melakukan survey terhadap yayasan-yayasan yang fokus pada pendidikan. Hasil akhirnya DD menjadi yayasan yang terus peduli terhadap program pendidikan PAUD dan literasi sekolah serta masyarakat.

Upaya untuk mewujudkan hal tersebut  dengan memberikan pelatihan dan pendampingan terhadap kepala sekolah dalam suatu wilayah, demikian rilis Dompet Dhuafa yang diterima MINA.

“Alhamdulilah DD mendapat penghargaan langsung dari Kemendikbud RI untuk kategori yayasan yang peduli terhadap pendidikan PAUD dan pengembangan literasi di sekolah dan masyarakat. Ini adalah hasil kerja keras tim program pendidikan SLI, PAUD, TBM, Gemari Baca,  PKBM, dan sekolah tapal batas. Penghargaan diberikan oleh Mendikbud Muhadjir Effendy  didampingi  Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah,” ucap  Ahsin Aligory, Manajer Program Pendidikan Dompet Dhuafa.

Ahsin menjelaskan, DD sebagai lembaga terus melakukan inovasi program-program literasi untuk meningkatkan kecerdasan masyarakat, tidak hanya literasi huruf, juga literasi angka, literasi keuangan, dan literasi digital.

Ia mengatakan, tugas lembaga saling bekerjasama, membantu berkontribusi untuk memerangi ileterasi yang angkanya masih besar yakni sekitar 1.93 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

“Program Sekolah Literasi Indonesia diadakan DD secara terstruktur dan berkala serta memiliki kesinambungan dalam hal implementasi secara praktis di lapangan,”paparnya.

Program SLI juga mengoptimalkan perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber belajar, sehingga diharapkan mampu meningkatkan budaya literasi siswa dan guru.

Tambahnya, selain itu, program pemberdayaan masyarakat juga sangat dibutuhkan guna menunjang kebutuhan literasi di masyarakat melalui optimasi peran TBM (Taman Bacaan Masyarakat) yang berada di wilayah program. R/Gun/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)